Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mengolah Rotan untuk Furniture Anak

Bahan rotan barangkali sudah banyak lazim digunakan untuk berbagai furniture, mulai dari meja, kayu, dan lain sebagainya. Meski begitu, rasanya belum banyak yang memanfaatkan bahan yang satu ini sebagai furnitur khusus untuk anak. Padahal, jika diolah dengan benar, rotan bisa menjadi bahan yang lembut dan aman digunakan untuk anak.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 09 Desember 2014  |  16:34 WIB
Mengolah Rotan untuk Furniture Anak
Furniture rotan untuk anak - Dok.Doots
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Bahan rotan barangkali sudah banyak lazim digunakan untuk berbagai furniture, mulai dari meja, kayu, dan lain sebagainya. Meski begitu, rasanya belum banyak yang memanfaatkan bahan yang satu ini sebagai furnitur khusus untuk anak.  Padahal, jika diolah dengan benar, rotan bisa menjadi bahan yang lembut dan aman digunakan untuk anak.

Novita Simon, pendiri  Doots – produsen furnitur anak berbahan rotan—menjelaskan bahwa bahan rotan bisa diolah menjadi berbagai macam furnitur yang menyenangkan bagi anak, mulai dari tempat penyimpanan mainan (storage),tempat cucian, tempat menyimpan bekal makanan, hingga wadah kado dan parsel.

 “Dengan sentuhan kreativitas, sifat rotan yang lembut bisa dibentuk sesuai dengan karakter yang disukai anak-anak. Saya biasanya membuat karakter lucu seperti minions, burung hantu, naga, hingga boneka salju untuk menyambut natal,” ujarnya yang kini bisa memproduksi hingga ribuan furnitur rotan khusus anak setiap bulannya.

 Keputusannya memproduksi sendiri furnitur rotan bagi anak bermula dari ketidakpuasannya ketika mencari furnitur bagi anaknya. Model-model yang tersedia di pasar terbatas dan baginya kurang menarik dan menyenangkan bagi anak.

Dari situlah dia mencoba mendesain sendiri furnitur berbahan rotan bagi anaknya. Dalam membuatnya, dia pun menggunakan jasa pengrajin rotan. Tak disangka, percobannya itu justru membuatnya lebih serius menekuni usaha yang telah didirikannya sejak 2007 ini.

 Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat furnitur berbahan rotan untuk anak. Pertama, pastikan setiap rotan dianyam dengan rapi dan benar tanpa menyisakan sisa-sisa anyaman yang tajam dan dapat melukai anak. Hindari memotong sisa anyaman dan menutupinya dengan selotip, karena hal itu tetap menyisakan sisi tajam. Dia menganjurkan untuk menganyam dengan pola tanpa putus sehingga tidak menyisakan sisa rotan yang tajam. Untuk ini, memang dibutuhkan keterampilan menganyam tingkat tinggi.  Jika tidak bisa membuatnya sendiri, Anda bisa menggunakan jasa pengrajin rotan.

 Kedua,  gunakan bahan pewarna yang aman bagi anak. Hindari menggunakan pylox yang menyisakan bau tajam dan membahayakan, lebih baik gunakan cat semprot berbahan air yang lebih aman.

 Ketiga, gunakan kreativitas Anda dalam mewarnai furnitur. Anak-anak cenderung menyukai warna-warna yang cerah dan menarik mata. Anda bisa gunakan warna-warna tersebut dengan tetap memperhatikan kerapihan teknik mewarnai. Caranya, warnai satu per satu sisi dengan fokus. Bila ingin menggunakan banyak warna, tutuplah bagian yang ingin diwarnai belakangan dengan koran. Dengan demikin warna yang Anda gunakan tidak tercampur baur.

Terakhir, bentuklah furnitur sesuai karakter yang disukai anak. Hal yang tak kalah pentingny adalah memperhatikan detail karakter tersebut. Semakin detail Anda membentuknya, semakin mirip bentuknya dengan karakter asli, semakin menarik furniturnya bagi anak. Bagaimana? Anda tertarik mencobanya? Kalaupun Anda tidak memiliki cukup waktu untuk membuatnya, Anda bisa memesan furnitur anak sesuai keinginan Anda ini melalui situs dan toko online di media sosial instagram. (Bisnis.com)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lifestyle

Sumber : Bisnis.com

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top