Film The Guardians of Raja Ampat/nationalofgegraphics
Entertainment

Ini Pesan di Balik Film "The Guardians of Raja Ampat"

Deandra Syarizka
Rabu, 10 Desember 2014 - 17:40
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Film dokumenter besutan sutradara peraih Emmy Awards, Shawn Heinrich,  berjudul Guardians of Raja Ampat (Pelindung Raja Ampat) ditayangkan secara perdana kepada publik di @America, Selasa (09/12).

Penayangan perdana film tersebut dihadiri berbagai tokoh penting, mulai dari Bupati Raja Ampat Marcus Wenma, Duta Besar Amerika Serikat Robert Blake, Vice President Conservation International Ketut Sarjana Putra, dan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Sudirman Saad.

“Sejak pertama kali datang ke Papua sejak 2006, saya langsung jatuh cinta dengan tempat ini,” ujar Heinrich pada acara diskusi filmnya, Selasa (09/12). Sebagai fotografer dan pembuat film bawah air, dia pun tertarik mendokumentasikan keindahan biota laut Raja Ampat sekaligus mensosialisasikan gerakan cinta lingkungan dalam karyanya. Hal ini dilakukan karena dia turut gelisah atas maraknya aksi pemboman dan penangkapan sirip hiu yang turut merusak ekosistem laut Raja Ampat.

Berdurasi satu jam lebih, Guardians of Raja Ampat bercerita tentang konservasi laut berbasis komunitas yang dilakukan di Raja Ampat. Proses konservasi ini didukung oleh Amerika Serikat melalui USAID yang mengeluarkan dana hingga US$ 33 juta untuk program konservasi laut yang rencananya berlangsung hingga 2020. Hingga kini, pihaknya yang bekerja sama dengan masyarakat adat Papua telah berhasil menetapkan area seluas 3,6 juta hektar sebagai area yang dilindungi (marine protected area).

Adegan film dibuka dengan pemandangan Raja Ampat yang sangat indah, dengan alam yang masih asri, dan pemandangan biota bawah laut yang menakjubkan. Beberapa species kebanggan Raja Ampat seperti walking sharks dan pari manta ditampilkan. Ada juga beberapa ilustrasi kisah masyarakat setempat mengenai program konservasi ini.

Salah satunya kisah Rens Lewerissa, salah satu penduduk Raja Ampat yang beralih profesi. Sebelumnya, Rens adalah seorang nelayan pemburu sirip ikan hiu. Dia memancing banyak ikan hiu di perairan Raja Ampat, mengambil siripnya dan membuang kembali hiu ke laut. Terkadang hiu yang dilepaskan tersebut masih dalam keadaan hidup, namun tidak lagi bisa berenang.

“Setelah ada program konservasi ini, saya jadi tahu ternyata hiu itu penyeimbang ekosistem. Mereka makan ikan-ikan yang sakit agar penyakitnya tidak menyebar ke ikan yang lain,” ujarnya. Sejak saat itu, dia mengaku berhenti berburu sirip hiu.

Film yang ditonton oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti Trisakti, IPB dan STP ini pun menuai apresiasi. Beberapa kali decak kagum terlontar dari mereka selama menonton film. Tepuk tangan pun memenuhi ruangan segera setelah penayangan film tersebut selesai. (Bisnis.com)

 

Penulis : Deandra Syarizka
Sumber : Bisnis.com
Bagikan

Tags :


Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro