Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pomade Ini Diklaim Dapat Menyehatkan Rambut

Meskipun tren penggunaan pomade semakin marak akhir-akhir ini, bukan berarti Anda bisa sembarangan memilih minyak rambut untuk membuat klimis rambut Anda.
Nenden Sekar Arum
Nenden Sekar Arum - Bisnis.com 29 Januari 2015  |  11:50 WIB
Ilustrasi - Realmenbarbershop
Ilustrasi - Realmenbarbershop

Bisnis.com, JAKARTA- Meskipun tren penggunaan pomade semakin marak akhir-akhir ini, bukan berarti Anda bisa sembarangan memilih minyak rambut untuk membuat klimis rambut Anda.

Ada beberapa pomade yang dinilai bisa merusak rambut karena kandungan bahan baku pembuatnya. Untuk itu, pomade sehat pun mulai diciptakan oleh Ozman Musajjad Balfas yang memproduksi pomade dengan merek Du’nahl.

Pomade Du’nahl tersebut mulai dipasarkan Ozman sejak akhir tahun lalu, berawal dari ketertarikannya untuk menggunakan pomade sebagai solusi untuk mengatur rambutnya yang kribo.

“Saat itu coba pakai pomade impor milik saudara, pas digunakan memang bagus, tapi setelah pemakaian, pomade sulit untuk dihilangkan meskipun sudah keramas berkali-kali dan rambut jadi kasar,” paparnya.

Sejak saat itu, dia bereksperimen untuk membuat pomade sendiri dengan bahan-bahan yang lebih aman untuk rambut, serta lebih mudah dihilangkan.

Setelah berpuluh-puluh kali melakukan percobaan, akhirnya resep yang ideal berhasil ditemukan, kemudian dia mulai memproduksi secara massal dan memasarkannya.

“Kebanyakan pomade itu butuh keramas berkali-kali untuk menghilangkannya karena lengket dan mengikat rambut, sedangkan Du’nahl menggunakan natural bee’s wax, meskipun agak keras saat dicolek dan diratakan, tetapi lebih aman dan menyuburkan rambut,” paparnya.

Saat memulai produksi, Ozman membutuhkan modal sekitar Rp4 juta untuk membuat 100 kemasan pomade. Sekarang, dalam sebulan bisa memproduksi rutin hingga 400 kemasan.

Adapun, Du’nahl Pomade yang dipasarkan terdiri atas empat karakter varian, yakni pomade light, medium, hard dan extreme, masing-masing varian tersebut dibedakan dari tingkat kelengketan atau holdterhadap rambut, dan kemampuannya untuk membentuk gaya rambut atau build up.

Sebagai harga promosi, satu kemasan Du’nahl Pomade dipasarkan dengan harga ritel Rp60.000, sedangkan untuk sistem konsinyasi dibarbershop bisa mencapai Rp75.000.

“Untuk harga ritel, untungnya bisa dua kali lipat dari ongkos produksi, tapi yang membeli secara eceran memang lebih sedikit dibandingkan reseller,” katanya.

Sementara itu, untuk memperkenalkan produknya, Ozman mengawalinya lewat forum jual beli online, serta mengguna media sosial. Di sisi lain juga memanfaatkan peran reseller sebagai agen yang ikut memasarkan dan mempromosikan produk kepada konsumen.

Meskipun permintaan terhadap pomade cukup besar, namun Ozman belum mampu memenuhi hal tersebut karena kurangnya modal dan tenaga kerja, sehingga kapastitas produksi yang dimilikinya sangat terbatas.

Selain itu, pasokan bahan baku berupa bee’s wax juga mulai susah ditemukan dan harganya relatif mahal, sehingga memperkecil margin keuntungan yang bisa didapatkan.

“Sekarang sedang mencari pemasok bee’s wax, yang murah biasanya di luar Jawa seperti di kawasan Riau,” paparnya.

Melihat potensi penjualan pomade di masa depan, Ozman yakin pengguna pomade masih akan tetap ada, meskipun jumlahnya akan terus menurun seiring dengan bergantinya mode rambut.

“Untuk tahun ini, men hairstyle masih mengarah pada penggunaan pomade, jadi prospeknya masih cukup bagus,” katanya.

Agar tetap memiliki pasar, Du’nahl pomade ke depannya akan diarahkan sebagai produk perawatan rambut, sehingga bisa dapat terus digunakan meskipun gaya rambut telah berubah.

Hal itu telah dimulai dengan pengemasan produk yang sengaja dibuat berkesan lebih netral, tidak seperti kemasan pomade lainnya yang cenderung cocok untuk kalangan anak muda.

“Saya ingin Du’nahl bisa menjadi produk umum yang masuk ke semua kalangan, mulai dari anak muda hingga bapak-bapak,” katanya.

Sebagai pengembangan bisnis ke depannya, Ozman juga akan mengeluarkan produk perawatan pria selain pomade dengan merk Du’nahl, fungsinya untuk memperluas pasar yang dapat menikmati produk buatan alumnus Institut Pertanian Bogor ini. (Bisnis.com)

 

BACA JUGA:

Raf Simons Pamerkan Koleksi Dior di Peragaan Haute Couture Paris

6 Tren Busana Selebriti di Karpet Merah SAG Awards 2015

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha
Editor : Andhina Wulandari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top