Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Berikut Kematian Akibat Demam Berdarah 5 Tahun Terakhir

Mengganasnya kasus demam berdarah dalam beberapa tahun terskhkrpatut disikapi dengan serius, menyusul angka kematian terus bertambah
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 08 Februari 2015  |  21:13 WIB
Berikut Kematian Akibat Demam Berdarah 5 Tahun Terakhir
Bisnis.com, JAKARTA -- Mengganasnya kasus Demam Berdarah dalam beberapa waktu terakhir patut disikapi dengan serius. Apalagi angka kejadian masih terus bertambah. Namun dalam catatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, kejadian 2010 merupakan peristiwa terburuk.
 
Tjandra Yoga Aditama, Kepala Balitbang Kemenkes menyatakan data 2015 masih terus bergerak, karena situasi musim masih belum‎ stabil.
 
"Jumlah kasus terlaporkan sekitar10.000 [kejadian], tapi angkanya masih belum final," jelas Tjandra di Jakarta, Minggu (8/2/2015).
 
Walaupun jumlah kasus dari 2010-2014 bervariasi, tapi dari data tahunan maka angka kematian selalu di bawah 1%. Menurutnya angka ini sudah sesuai target pengendalian yang dicanangkan pemerintah lima tahun yang lalu.
 
Berikut angka kejadian demam berdarah dan dampak kematian dalam lima tahun terakhir yang dicatat Litbang Kemenkes:
 
Tahun 2010:
Incidence Rate (IR) : 65,67
Case Fatality Rate (CFR): : 0,87%
Jumlah pasien : 156.086
 
Tahun 2011
IR : 27,67
CFR : 0,91%
Jumlah pasien : 65.725
 
Tahun 2012
IR : 37,11
CFR :0,90
Jumlah pasien : 90.245
 
Tahun 2013
IR : 45,85
CFR : 0,77%
Jumlah pasien : 112.511
 
Tahun 2014
IR : 39,51
CFR : 0,91%
Jumlah pasien : 99.499

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top