Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEMAM BERDARAH: Waspadai, Jam-jam Ini Nyamuk Aedes Cari Mangsa

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, mengingatkan agar pihak sekolah memerhatikan kebersihan lingkungan. Peringatan ini terkait penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) memasuki musim pancaroba.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Maret 2015  |  09:24 WIB
DEMAM BERDARAH: Waspadai, Jam-jam Ini Nyamuk Aedes Cari Mangsa
Ilustrasi-nyamuk demam berdarah - Foxnews

Bisnis.com, JAKARTA— Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Priharto, mengingatkan agar pihak sekolah memerhatikan kebersihan lingkungan. Peringatan ini terkait penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) memasuki musim pancaroba.

"Sekolah harus memperhatikan lingkungan. Jangan ada bak penampungan," katanya, Kamis (12/3/2015).

Sebab, menurut Koesmedi, bak penampungan dapat menjadi sarang nyamuk tempat jentik-jentik nyamuk dapat berkembang.

Koesmedi menuturkan, anak-anak usia 7-12 tahun menjadi penderita DBD tertinggi selama ini. Karenanya, lingkungan di mana anak-anak beraktivitas perlu dipastikan bebas sarang nyamuk.

"Anak-anak usia itu perlu hati-hati," katanya.

Selain itu, Koesmedi menyebut waktu-waktu yang perlu diwaspadai terkait gigitan nyamuk Aedes aegypti ini. Nyamuk ini biasa mencari makan pada pagi dan sore hari, yaitu pukul 09.00-11.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB.

"Jam segitu nyamuk mencari mangsa," ujarnya.

Rumah-rumah juga tetap mewaspadai keberadaan nyamuk berbahaya ini. Koesmedi menyarankan agar para penghuni rumah rutin membersihkan tempat-tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk seperti bak penampungan air, kaleng, ban bekas tergenang air dan gantungan baju.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top