Koleksi perhiasan House of Jealouxy/JIBI
Fashion

Cantiknya Perhiasan Kepala Penuh Aksen ala House of Jealouxy

Deandra Syarizka
Rabu, 18 Maret 2015 - 09:59
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Tren fashion yang cenderung berulang menjadi salah atu faktor yang membuat perhiasan yang dulunya tak lazim seperti perhiasan kepala dan perhiasan tubuh, menjadi kian digemari. Zaman dahulu, perhiasan kepala memang lazim digunakan, terutama oleh kalangan bangsawan kerajaan. 

Namun,  seiring perkembangan waktu, pemakaiannya  pun mulai ditinggalkan oleh masyarakat yang kehidupannya kian modern.

Kreativitas dan keberanian pendiri House of Jealouxy Andi Yulianti membuat perhiasan kepala kini mulai naik daun kembali di kalangan pecinta fashion. Menurutnya, penggunanya beragam mulai dari para hijaber, hingga fashionista yang gemar mengikuti pesta kostum.

“Ciri khas dari House of Jealouxy itu head jewelry dan body jewelry. Di luar negeri ini sudah booming dari beberapa tahun lalu, kalau di kita baru sekarang,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Uli ini juga mengemukakan dia terinspirasi dari fashion Barat dalam membuat perhiasan kepala dan tubuh. Ketika pertama kali meluncurkan perhiasan kepala ini dalam kolaborasinya bersama desainer Jenahara pada Jakarta Fashion Week 2014, dia mengaku animo masyarakat belum begitu besar.

Namun, perlahan tapi pasti aksesori ini mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Bagi perempuan yang menggunakan jilbab, perhiasan kepala ini bisa menambah aksen unik pada jilbab yang dikenakan. Di sisi lain, bagi perempuan yang tidak menggunakan hijab, aksesori ini biasa dikenakan saat pesta kostum bertema tertentu seperti kostum Mesir, dan sebagainya.

Perempuan yang mempelajari pembuatan aksesori secara otodidak ini menggunakan bahan seperti rantai, akrilik, mutiara, dan manik-manik untuk produknya. Proses pembuatannya masih tradisional menggunakan tangan untuk menyiasati detail desain karyanya.

“Saya melihatnya animo masyarakat terhadap produk buatan tangan sangat besar, anak  muda sekarang rasanya bangga kalau memakai produk buatan tangan,” ujarnya.

Setiap bulannya, dia rutin mengeluarkan koleksi yang terdiri dari 30 hingga 50 desain yang berbeda. Koleksi yang diluncurkan selalu memiliki tema dan kisah tersendiri.

Koleksi la beauté froidmisalnya. Makna la beauté froide yang berarti kecantikan yang dingin, direpresentasikan melalui ragam produk seperti kalung, gelang dan perhiasan kepala yang berwarna bening seperti kristal, dan putih seperti salju.

Ciri khasnya yang menggunakan rantai tetap dipertahankan.  Beberapa kalung dalam koleksi ini pun penuh dengan  hiasan yang berbentuk runcing, yang mengingatkan pada bentuk bongkahan es di musim dingin.

Ini berbeda dengan koleksi special collections for Arantxa Adi yang penuh dengan aksen glamour dan identik dengan warna-warna yang cenderung gelap seperti hitam dan cokelat.

Uli mengaku khusus mendesain koleksi tersebut untuk pagelaran busana desainer Arantxa Adi beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, berbeda dengan koleksi lainnya yang dijual dalam jumlah banyak secara ritel, koleksi ini dijual hanya dijual terbatas.

Produk House of Jealouxy bisa didapatkan baik secara online melalui media sosial instagram maupun melalui toko-toko seperti di Project One Kemang, Goods Dept Pasific Place, Pondok Indah, Lotte Shopping Avenue dan beberapa toko di Bandung. Harga yang ditawarkan bervariatif mulai dari Rp120ribu hingga Rp2,5 juta. (Bisnis.com)

Penulis : Deandra Syarizka
Bagikan

Tags :


Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro