Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BERAS SINTETIS: Ini Bahaya Makan Beras Plastik

Mengonsumsi beras plastikatau beras sintetis memiliki efek berbahaya bagi kesehatan. Salah satunya dapat menimbulkan berbagai macam jenis kanker dalam tubuh.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Mei 2015  |  13:48 WIB
BERAS SINTETIS: Ini Bahaya Makan Beras Plastik
Pemeriksaan beras oleh Bulog - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA-- Mengonsumsi beras plastikatau beras sintetis memiliki efek berbahaya bagi kesehatan. Salah satunya dapat menimbulkan berbagai macam jenis kanker dalam tubuh.

Dokter spesialis gizi klinis Samuel Oetoro mengatakan, mengkonsumsi beras yang ada kandungan plastiknya dapat menimbulkan dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang pada kesehatan seseorang.

"Dampak akut atau dampak yang segera terasa jika kita makan cuma satu piring adalah mual, pusing sampai diare," kata dokter yang berpraktik di Siloam Hospitals Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Sementara, dampak kronis atau jangka panjang yang ditimbulkan jika mengonsumsi beras plastik adalah timbulnya kanker.

"Kalau kita mengonsumsi itu setiap hari, plastik kan bahan kimia, artinya tubuh akan sulit mencerna dan metabolisme akan jadi berat. Metabolisme kita kan terjadi di hati, nah kalau kita makan itu setiap hari nanti  hati bisa rusak. Gagal hati, kalau sudah gagal hati maka bahaya sekali," katanya.

Selain itu, kandungan plastik dalam beras plastik juga akan sulit diekskresi tubuh, sehingga bisa merusak ginjal yang menyebabkan gagal ginjal.

"Kalau sisa metabolisme itu susah keluar, maka di kemudian hari akan jadi karsionogenik an menimbulkan  berbagai macam kanker," katanya.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memastikan membeli beras yang aman.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

beras sintetis

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top