Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cara Cegah Anak Jadi Korban Kekerasan

Kekerasan bukan saja dilakukan oleh orangtua anak saja, namun bisa juga dilakukan oleh orang-orang yang ada di lingkungannya.
Yulianisa Sulistyoningrum
Yulianisa Sulistyoningrum - Bisnis.com 21 September 2015  |  10:10 WIB
Ilustrasi - Theparentwithin
Ilustrasi - Theparentwithin

Bisnis.com, JAKARTA- Kekerasan bukan saja dilakukan oleh orangtua anak saja, namun bisa juga dilakukan oleh orang-orang yang ada di lingkungannya.

Untuk itu, Anda sebagai orangtua perlu mengupayakan agar kekerasan tersebut sebisa mungkin dicegah dan diatasi dengan cara berikut, seperti di lansir dari laman Washington Post.

1.Bantu Anak Melindungi Diri

Maraknya kejahatan fisik maupun seksual yang terjadi belakangan ini tentunya membuat Anda semakin khawatir dengan keselamatan anak Anda. Inilah saatnya menjelaskan pada anak bahwa tidak ada seorang pun yang boleh menyentuhnya dengan tidak wajar.

Berikan pemahaman dan ajarkan anak untuk menolak segala perbuatan yang tidak senonoh dengan segera meninggalkan di mana sentuhan tersebut terjadi. Ingatkan anak untuk tidak gampang mempercayai orang asing dan buat anak untuk selalu menceritakan jika terjadi sesuatu dengan dirinya.

2. Pembekalan Ilmu Bela Diri

Pembekalan ilmu bela diri pun dapat menjadi salah satu solusi agar anak tidak menjadi korban kekerasan. Selain mengajarkan kepada anak mengenai displin dan membentuk mental juga jasmani yang kuat, bela diri juga dapat digunakan untuk membela diri sendiri dari ancaman-ancaman yang ada. Namun, tetap harus diberikan pengarahan bahwa ilmu bela diri dipelajari bukan untuk melakukan kekerasan.

3. Maksimalkan Peran Sekolah

Sekolah harus memiliki fungsi kontrol sosial, di mana sekolah memiliki assessment (penilaian) terhadap perilaku anak. Sekolah juga harus menggagas aktivitas-aktivitas internal sekolah yang bersifat positif, memfasilitasi aktivitas orang tua siswa dan siswa minimal setahun sekali seperti yang diterapkan oleh sekolah-sekolah di Jepang. Sekolah juga bisa membentuk petugas “breaktime watch” dari kalangan pengurus sekolah yang bertugas untuk berkeliling dan memantau kegiatan siswa.

4. Pendidikan Budi Pekerti

Salah satu solusi untuk mencegah krisis moral yang melanda di kalangan generasi penerus adalah dengan mengajarkan tentang budi pekerti baik di rumah atau di sekolah. Seperti yang kita ketahui, pendidikan budi pekerti masih belum merata dan masih belum benar-benar menjadi mata pelajaran wajib di semua sekolah.

5. Laporkan Pada Pihak Berwajib

Hal terakhir yang harus dilakukan bila terjadi kekerasan fisik, psikis ataupun seksual ada baiknya segera laporkan pada pihak yang berwajib. Hal ini bertujuan agar segera diambil tindakan lebih lanjut terhadap tersangka dan mengurangi angka kejahatan yang sama terjadi. Sementara untuk korbannya harus segera mendapatkan bantuan ahli medis serta dukungan dari keluarganya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kekerasan anak parenting
Editor : Andhina Wulandari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top