Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anne Avantie Kritik APPMI Lewat Surat Terbuka, Ini Isinya

Perancang mode Anne Avantie membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia (APPMI).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Desember 2015  |  19:29 WIB
Anne Avantie Kritik APPMI Lewat Surat Terbuka, Ini Isinya
Desainer Anne Avantie (kiri) dan koleksi kebaya hasil rancangannya - Jibiphoto/Burhan Aris Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA-- Perancang mode Anne Avantie membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia (APPMI).

Perancang kebaya ini mengirimkan surat melalui surat elektronik menjelang pagelaran karyanya yang berlangsung Selasa (1/12/2015) malam di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Selatan.

Dalam pagelarannya kali ini, Anne akan menampilkan selebritas Krisdayanti, dan juga dihadiri tiga menteri perempuan yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindngan Anak, Yohana Yembise, dan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa.

Ini isi surat Anne :

"Mendung kelabu menyelimuti awan di atas Rumah DAMAI-ku sebuah rumah yang selama 17 tahun ku berlindung dari teriknya matahari dan dinginnya hujan .

Tiba-tiba petir menggelegar menyambar di siang bolong ..dan ketakutan menghentak hati..Jiwa-jiwa pun berlarian keluar rumah dengan gemetar takut. Berhamburan Rumah DAMAI-ku seakan roboh.

Semua berteriak teriak ingin DAMAI itu kembali ada dan sebenarnya nya kami ingin tenang berkarya di bawah atap "Rumah DAMAI " yang menjadi bergantungnya hajat hidup banyak jiwa.

APPMI..., Rumah DAMAI-ku. Aku dulu siapa dan siapa? Karenamu. Karena berada di dalam rumahmu .. Yang  mengajarkan bahasa KASIH . Bahasa CINTA .. Ku dibuai dengan pelukan hangat yang nyaman.

Dari daerah tanganku digandeng oleh Bapak Musa Widyatmodjo untuk berani keluar dan menyelinap di antara hiruk pukuk kota Jakarta yang bagiku saat itu menakutkan.

Tapi ada bahu kekar yang meyakinkanku,  "Ne, ada sebuah Rumah DAMAI yg akan melindungimu. Jangan takut," kata sosok tersebut sambil tangannya memeluk erat tubuhku. Dan dari kejauhan tampak Mami, Ibuku mengangguk dan tersenyum, "Nak.., ikutlah dia (mengenang tahun 1998)."

Tapi kini, Rumah DAMAI itu begitu menakutkan . Sesepuh yang empunya Rumah tidak memberi AURA penuh KASIH sehingga kami hidup dalam resah.

Wajah-wajah yang berlindung dalam amarah. Jari-jari lentik penuh tudingan. Dan tenggorokan yang tercekat teriakan memekakkan telinga. Telah merusak dinding Rumah DAMAI itu ..

Pigura-pigura berjatuhan dengan pecahan kaca yangg mengais tangis .

Hakekat hidup untuk apa? Ibadah untuk apa? Mengelupas ditelan bumi. Ketika hidup adalah "ketok palu", kita menjadi lupa pada yang berhak. Tiba-tiba ada yang menjadi menjadi Allah di bumi.

Jujur, banyak jiwa ingin pulang ke Rumah Damai kami . Tapi tak ada lagi tatapan mata teduh menyapa. Oh Tuhan ..hangatkan Rumah Damai kami, kembalikan kepelukan bumi yang penuh cinta."

Sampai berita ini diturunkan, belum diperoleh penjelasan mengenai konteks kritik dari Anne. Konfirmasi dari Asosiasi Pengusaha dan Perancang Mode Indonesia juga masih diupayakan redaksi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anne avantie

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top