Tampil Gaya dengan Padu-Padan Anting Panjang

Bersamaan dengan bergantinya tahun, tren mode fall/winter 2015 akan segera tergeser oleh tren spring/summer 2016. Tak hanya untuk busana, aksesori pun akan mengalami pergeseran fenomena pada musim ini.
Wike Dita Herlinda | 10 Januari 2016 04:55 WIB
Anting-anting. - ELLE, Pinterest, Vogue

Bisnis.com, JAKARTA - Bersamaan dengan bergantinya tahun, tren mode fall/winter 2015 akan segera tergeser oleh tren spring/summer 2016. Tak hanya untuk busana, aksesori pun akan mengalami pergeseran fenomena pada musim ini.

Salah satu yang akan mengalami perubahan tren aksesori adalah anting-anting. Menilik berbagai perhelatan pekan fesyen kelas dunia pada kuartal terakhir tahun lalu, banyak perancang haute couture yang fokus mendesain anting memanjang dan mencolok.

Pada tahun ini, anting yang menjuntai dari telinga hingga ke perbatasan bahu diprediksi kembali booming. Hal itu terefleksi dari berbagai runway bergengsi kelas dunia yang memamerkan anting berukuran besar sebagai salah satu fashion statement.

Berbagai ulasan proyeksi tren dari majalah mode terkemuka, mulai Vogue hingga Elle, juga menggarisbawahi datangnya tren anting menjutai pada musim semi tahun ini. Tak hanya sekadar panjang, desain anting pun semakin out of the box.

Namun, di Indonesia masih banyak perempuan yang sangsi menggunakan anting menjuntai sebagai pelengkap penampilan. Modelnya yang cenderung mencolok menjadi alasan banyak kaum hawa kurang percaya diri menggunakan anting jenis tersebut.

Padahal, anting panjang sebenarnya cocok digunakan oleh siapa saja, mulai dari perempuan berwajah kotak hingga oval, berambut panjang hingga cepak, serta tata rambut updo hingga yang dibiarkan tergerai begitu saja. Semua tergantung pada pemilihan desain anting yang sesuai dengan pakaian yang sedang dikenakan.

Bagi penyuka gaya modern, anting seperti rancangan Proenza Schouler yang tersusun atas untaian logam berbentuk helai daun berukuran maksi dapat menjadi referensi. Untuk gaya yang lebih santai seperti bohemian, dapat melirik anting rancangan Rodarte yang terkesan megar dan dipadukan dengan tiara atau bandana. Ada juga anting bernuansa etnik ala Derek Lam.

Anting dengan warna-warni mencolok seperti oranye atau merah jambon terang juga bakal menjadi tren, seperti karya Naeem Khan atau Ground Zero. Kombinasi warnanya dipadukan dengan beraneka bahan, seperti tali, bulu, logam, kain beludru, manik-manik, dan sebagainya.

Bagi yang tidak menyukai gaya terlalu eye catchy, berbagai anting berukuran panjang dan besar dengan desain tipis dan simpel juga banyak diluncurkan para perancang mode dunia, seperti oleh Rag & Bone atau Tome.

Di luar itu semua, berbagai pengamat mode dan majalah fesyen terkemuka menggarisbawahi satu tren anting menjuntai yang banyak dihidupkan oleh perancang dan label-label kelas atas. Tren tersebut adalah anting rantai.

Berbagai perancang aksesori papan atas seperti Michelle Campbell at Cushnie et Ochs, Jason Wu, hingga Alexander Wang memperkenalkan anting dengan potongan seperti rantai yang dibiarkan menjuntai hingga mendekati perbatasan bahu.

Ukuran rantai yang digunakan pun bervariasi mulai dari yang tebal dan besar hingga yang tipis dan tidak terlalu panjang. Model anting ini cocok dikombinasikan oleh penyuka gaya edgy, dan disandingkan riasan natural dengan bibir nude atau berry gelap.

Jadi, bagi Anda yang selalu mengikuti perkembangan mode terkini di lintasan runway dunia, tidak ada salahnya menyambut datangnya musim fesyen baru dengan perpaduan anting panjang yang sesuai kebutuhan fashion statement Anda.

Untuk sementara, simpanlah anting-anting tindik atau anting berliontin pendek di kotak perhiasan dan mencoba tampil lebih percaya diri dengan anting menjuntai yang semakin memberi kesan leher lebih jenjang.

Sumber : Bisnis Indonesia, Minggu (10/1/2016)

Tag : tren fashion
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top