Senam Neuromove Cegah Kerusakan Saraf Tepi

Pencegahan tentunya lebih baik dari pada pengobatan. Namun hal itu lebih mudah diucapkan, daripada dilakukan. Senam, merupakan salah satu jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit.
Reni Efita | 28 April 2016 14:15 WIB
Ilustrasi - Thegloss

Bisnis.com, JAKARTA – Pencegahan tentunya lebih baik dari pada pengobatan. Namun hal itu lebih mudah diucapkan, daripada dilakukan. Senam, merupakan salah satu jenis olahraga yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit.

Pilihan olahraga senam pun banyak ragamnya. Ada senam yang spesifik, misalnya, senam jantung sehat dan senam neuropati.

Senam neuropati yang dikenal dengan sebutan Neuromove merupakan senam yang berisi serangkaian gerakan yang disusun secara khusus untuk mencegah neuropati atau kerusakan saraf tepi. Senam ini baru diluncurkan tahun lalu, namun acara besar-besarnya baru akan dilakukan pada Pekan Neuropati 2016 di Pantai Karnaval Ancol, 15 Mei 2016.

Neuropati adalah kerusakan saraf tepi yang faktor penyebabnya banyak antara lain diabetes, minuman alkohol, paparan racun, defisiensi vitamin khususnya B1 dan B12, gaya hidup, trauma, panyakit ginjal, hati, tiroid.

Gaya hidup masa kini juga menyumbang terjadi kerusakan saraf tepi. Misalnya, menggunakan  sepatu dengan tumit tinggi, aktivitas dengan gerakan berulang-ulang  seperti chatting di smartphone, mengendarai motor, dan mengetik di komputer.

Merck, perusahaan  sains dan teknologi, aktif mengkampanyekan melawan neuropati untuk pencegahan terjadinya kerusakan saraf tepi dengan berbagai kegiatan. Salah satu di antaranya, Merck bekerjasama dengan dokter spesialis Ade Jeanne D.L. Tobing untuk meramu gerakan senam Neuromove.

Neuromobe adalah latihan fisik praktis dan mudah yang diciptakan khusus untuk memelihara kesehatan saraf dan mencegah neuropati.

Gejala terjadi kerusakan saraf tepi perifer di antaranya terasa kesemutan, rasa kebas pada jari tangan dan kaki, kehilangan keseimbangan dan koordinasi, rasa perih menyengat, dan rasa sakit. Sedangkan kerusakan saraf motorik bisa mengalami kram otot, kelemahan otot, atau penurunan massa otot.

“Latihan fisik harus baik, benar dan terukur,” kata Ade pada acara talkshow media tentang Lawan Neuropati di Hotel Borobudur, Rabu (27/4/2016).

Senan itu terdiri dari senam pemanasan yang terdiri dari aerobik dan peregangan. Inti terdiri dari aerobik dan keseimbangan, serta pendinginan berupa peregangan dengan irama lebih lambat.

Sedangkan gerakannya teridiri dari gerakan-gerakan dasar senam dan gerakan-gerakan khusus, seperti gerakan menyilang dan gerakan terampil. Fungsinya meningkatkan kelenturan dan kekuatan otot, meningkatkan peredaran darah di seluruh tubuh, dan meningkatkan fungsi kerja otak kanan dan kiri sehingga kemampuan kesentrasi lebihbaik.

Senam peragangan bermanfaat antara lain untuk mengurangi ketegangan dan membuah tubuh lebih rileks, membantu mencegah cedera, dan mengembangkan kewaspadaan tubuh.

Latihannya boleh dilakukan setiap hari, sementara intensitas otot diregang selama 6-15 detik dan lama latihan sekitar 10-15 menit, dilakukan saat pemanasan dan pendinginan.

Lalu latihan aerobik untuk ketahanan jantung dan paru dapat dilakukan 3-6 kali per minggu, intensitas diseuaikan dengan kemampuan individu dan secara bertahap.  Lama berlatih 20-60 menit.

Bentuk latihan aerobik tipe satu berupa jalan, jogging atau lari, dan bersepeda. Sedangkan aeraobik tipe dua berupa senam, renang, dan aquarobik. Kemudian aerobik tipe III dapat berupa basket, bulutangkis atau sepakbola/futsal, namun tidak dianjurkan untuk usia di atas 50 tahun.

Lalu gerakan khusus menyilang batang tubuh dan fokus mata antara lain gerakan cross crawl (gerakan menyilang kaki dan tangan), lazy eight (menggambar angka delapan  di udara dengan diikuti gerakan mata dan eye movement. Gerakan mata melatih aktivitas otak untuk proses kognitif persepsi, memori, atensi dan koordinasi.

Kemudian latihan balance untuk meningkatkan keseimbangan dengan melatih saraf, otot, dan tulang.     

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kesehatan, neuropati

Editor : Andhina Wulandari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top