Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspadai Rabies dengan Penanganan yang Tepat

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian menghimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit rabies yang disebabkan gigitan anjing penular rabies.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 03 Mei 2016  |  21:40 WIB
Rabies - Ilustrasi
Rabies - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap penyakit rabies yang disebabkan gigitan anjing penular rabies.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Muladno mengungkapkan, himbauan tersebut guna menghindari kembali terjadinya kasus kematian manusia akibat gigitan anjing di Sukabumi, Jawa Barat.

“Masyarakat harus lebih waspada. Setiap ada kasus gigitan hewan menular rabies harus ditangani dengan cepat dan sesegera mungkin,” ungkapnya dalam siaran persnya, Selasa (3/5/2016).

Berdasarkan laporan dari Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, tambahnya, kasus gigitan tersebut baru dilaporkan pada tanggal 21 April 2016. Dari hasil pelacakan, korban telah digigit pada bulan Januari yang lalu. Total ada 14 orang yang tergigit dan 12 orang telah mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) secara lengkap, sedangkan 2 orang lainnya tidak kembali setelah mendapatkan VAR yang pertama.

“Anjing penular rabies ini menurut konfirmasi sumber di lapangan telah dibunuh oleh warga setelah menggigit korban terakhir, tetapi sampel hewan tersebut tidak dilaporkan,” bebernya.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan Ketut Diarmita menyampaikan, tindakan paling efektif yang harus dilakukan untuk mengurangi/mematikan virus rabies yang masuk pada luka gigitan adalah dengan mencuci luka gigitan dengan air (sebaiknya air mengalir) dan sabun atau detergent selama 10-15 menit, kemudian diberi antiseptik.

“Apabila seseorang digigit oleh anjing yang terinfeksi rabies, langkah pertama yang dilakukan adalah cuci luka dengan sabun pada air yang mengalir dan secepatnya dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan suntikan vaksin anti rabies (VAR)” tegasnya.

Dia mengatakan, VAR akan diulang pada hari ke 7 dan hari ke-21, sehingga korban dinyatakan sembuh total.

“Apabila gigitan dekat dengan kepala atau jumlahnya banyak, maka si korban harus mendapatkan SAR (Serum Anti Rabies) karena termasuk gigitan resiko tinggi,” tambahnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit hewan penular rabies
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top