Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BUKU BARU: Hartini, Kupas Perjuangan Perempuan Terjangkit HIV

Hartini adalah perempuan asal Indramayu yang sejak muda mengalami pahit manis kehidupan. Sejak usia 19 tahun merantau ke Arab Saudi. Berkali-kali merasakan kawin cerai
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 20 Mei 2016  |  12:23 WIB
BUKU BARU: Hartini, Kupas Perjuangan Perempuan Terjangkit HIV
. - .
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hartini adalah perempuan asal Indramayu yang sejak muda mengalami pahit manis kehidupan. Sejak usia 19 tahun merantau ke Arab Saudi. Berkali-kali merasakan kawin cerai.

Hingga akhirnya salah satu dari suami yang dinikahinya memberikan sesuatu yang melekat di tubuhnya, yakni HIV. Pada 2007, dia kehilangan anak ketiga yang saat itu berusia 9 bulan. Dokter mendiagnosis, bayi Hartini mengidap HIV.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan tahun 2015, kasus Hartini adalah satu dari 10.626 kasus infeksi virus HIV dan AIDS pada kalangan ibu rumah tangga. Angka tersebut jauh melampaui kalangan rentan mengidap HIV/AIDS, seperti pekerja seks komersial sebanyak 2.578 jiwa.

Keprihatinan ini mendorong Hartini berani membuka status Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) yang disampaikan melalui buku Hartini Memoar Seorang Perempuan dengan HIV.

Buku setebal 200 halaman ini seperti halnya buku harian Hartini. Dalam buku tersebut merangkum kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Hartini, keberanian membuka status, mendapatkan diskriminasi sebagaimana orang dengan status ODHA, hingga keinginan dan jalan panjang untuk membina rumah tangga serta memiliki keturunan.

Penulis Anang YB mengemasnya secara apik menjadi sebuah cerita seperti halnya novel. Namun, jalan cerita yang bertele-tele tidak jarang mengganggu pembaca. Anang YB baru membuka kisah Hartini dengan status ODHA pada bagian cerita HIV dari Nandito Terus Aku di halaman 31.

Proses penulisan berbekal video 30 menit dari program sebuah stasiun televisi yang mengupas sosok Hartini dan wawancara selama tiga jam dengan Hartini. Menurutnya, tidak banyak ODHA yang memiliki keberanian mengungkapkan kasusnya sebagai informasi kepada masyarakat.

"Ini buku pertama dari rencana lima buku tentang HIV yang akan diterbitkan. Kenapa mba Hartini? Karena ceritanya paling dramatis," tutur Anang YB.

Hartini berharap buku ini dapat mengubah stigma masyarakat kepada ODHA, khususnya kasus ibu rumah tangga yang justru diperoleh dari suaminya. Stigma yang berkembang selama ini bahwa infeksi virus HIV dan AIDS hanya tertular pada orang dengan stigma buruk, seperti pekerja seks komersil, perempuan nakal, dan pemakai jarum suntik narkoba.

Buku ini juga dapat menjadi informasi bagi para ibu rumah tangga tentang HIV/AIDS dan penularannya. Bagi keluarga ODHA, buku ini seperti halnya buku panduan akan pentingnya dukungan keluarga bagi ODHA. Sebab, tidak sedikit ODHA justru dibuang oleh keluarganya. Banyak dari mereka yang terpaksa hidup di penampungan.

"Tempat terbaik bagi ODHA adalah keluarga, bukan di penampungan," katanya.

Saat ini, Hartini aktif dan menjadi relawan di komunitas Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI). IPPI merupakan komunitas yang mempertemukan perempuan-perempuan Indonesia yang terinfeksi HIV dan yang terdampak. Anggota komunitas ini adalah 90% perempuan HIV positif dan 10% perempuan terdampak atau pasanganya HIV positif.

Judul Buku: Hartini Memoar Seorang Perempuan dengan HIV
Penulis: Anang YB
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Cetakan Pertama: 2016
Halaman: 200 halaman
ISBN: 978-602-412-012-2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku
Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top