Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Dia Nyamuk Anti-Demam Berdarah Dengue

Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta mengembangkan nyamuk anti-deman berdarah dengue (DBD), melalui perkembangbiakan nyamuk dengan bakteri Wolbachia, kata peneliti dari EDP Prof dr Adi Utarini, MSc, MPH, PhD.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 10 Agustus 2016  |  19:04 WIB
Ini Dia Nyamuk Anti-Demam Berdarah Dengue
Profesor Adi Utarini - YouTube.com

Bisnis.com, YOGYAKARTA - Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta mengembangkan nyamuk anti-deman berdarah dengue (DBD), melalui perkembangbiakan nyamuk dengan bakteri Wolbachia, kata peneliti dari EDP Prof dr Adi Utarini, MSc, MPH, PhD.

"Dengan nyamuk ber-wolbachia, virus dengue tidak dapat ditularkan kepada manusia," ujarnya di sela-sela peringatan Hari Teknologi Nasional (Harteknas) ke 21 di Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/8/2016).

Dikatakan, telur nyamuk akan berkembang dan menjadi nyamuk dewasa dan kawin dengan nyamuk setempat, kemudian menghasilkan nyamuk yang sudah mengandung Wolbachia.

Wolbachia adalah bakteri di dalam sel serangga yang diperkirakan secara alami ada di tubuh 60% jenis serangga, termasuk beberapa jenis nyamuk yang menggigit manusia, namun tidak menularkan penyakit.

Dikatakan, dalam kurun waktu tertentu sebagian besar nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah yang ada di kota Yogyakarta akan mengandung Wolbachia, sehingga jika tergigit nyamuk, manusia tidak akan tertular DBD.

Langkah itu dilakukan untuk mengurangi jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue yang cukup tinggi dan membutuhkan penanganan serius.

Apalagi, dikatakannya, sejak 1960 demam berdarah menjadi persoalan cukup serius di Indonesia.

Utarini menyatakan, Wolbachia menjadi metode yang aman dan ramah lingkungan, efisien dan berkelanjutan.

Bila di sebagian besar nyamuk di suatu wilayah sudah memiliki Wolbachia, menurut dia, maka metode ini tidak perlu diaplikasikan ulang karena nyamuk ber-wolbachia akan berkembang biak alami pada populasi nyamuk aedes aegypti.

Dikemukakannya, Yogyakarta dipilih sebagai lokasi riset karena tingginya angka kejadian DBD, kepadatan penduduk yang tinggi dan nyamuk aedes aegypti ditemukan sepanjang tahun di seluruh kelurahan.

Terkait dengan Wolbachia, pada Maret 2016 The World Health Organisation (HWO) mengeluarkan pernyataan bahwa Wolbachia merupakan teknologi baru yang menjanjikan untuk menekan replikasi virus dengue, chikungunya dan zika dalam tubuh Aedes aegypti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demam berdarah

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top