Tingkatkan Nilai Tambah & Daya Saing Lewat Berinovasi

Siapa sangka pencetus telepon genggam, Nokia, harus berakhir dimakan zaman. Perkembangan teknologi yang pesat memunculkan ide-ide luar biasa yang dikembangkan di berbagai negara.
Atiqa Hanum
Atiqa Hanum - Bisnis.com 12 Oktober 2016  |  18:32 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Siapa sangka pencetus telepon genggam, Nokia, harus berakhir dimakan zaman. Perkembangan teknologi yang pesat memunculkan ide-ide luar biasa yang dikembangkan di berbagai negara.

Ketua iCIO Community (Perkumpulan Chief Information Officer di Indonesia) Agus Wicaksono menjelaskan setiap negara membutuhkan inovasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mempersiapkan masa depan bangsa yang lebih baik.

“Di Indonesia sendiri tentu masih memiliki tantangan dalam perkembangan inovasinya. Mencermati Global Innovation Index 2016 yang menempatkan Indonesia pada urutan 88. Namun, saya optimistis kita bisa mengembangkan ekosistem inovasi yang lebih baik, bertumpu pada sumber daya manusia Indonesia yang kreatif dan memanfaatkan potensi market yang terbuka luas,” ujarnya dalam acara diskusi yang digelar oleh PT Trakindo Utama di Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Inovasi dengan basis teknologi digital saat ini tumbuh dengan pesat di berbagai sektor. Dia mengungkapkan iCIO Community yang memiliki anggota lebih dari 200 perusahaan ikut berkontribusi dan memberikan dukungan terhadap gerakan 1,000 startup digital yang dicanangkan pemerintah saat ini.

“Kami ingin dapat menjembatani antara kecepatan inovasi dengan infrastruktur dan regulasi. Besar harapan kami seluruh pemangku kepentingan dapat bersatu padu menggabungkan kekuatan dalam memajukan inovasi di tanah air,” tegasnya.

Chief Innovation Officer PT Trakindo Utama (Trakindo) Utoyo S. Nurtanio menerangkan pihaknya berkomitmen mengedepankan budaya inovasi dalam kegiatan operasionalnya untuk terus memberikan layanan berkelas dunia dan menawarkan nilai tambah bagi pelanggan.

Melalui inovasi, pelanggan memperoleh peningkatan efisiensi dan produktivitas yang dapat memacu daya saing mereka. Untuk mendukung tujuan tersebut, Trakindo melakukan berbagai program dengan harapan menjadikan inovasi sebagai budaya dalam perusahaan.

“Seperti penemuan atau penyempurnaan alat-alat bantu kerja, inovasi pada produk yang sudah ada, inovasi dalam proses kerja, serta inovasi terkait sistem dan teknologi. Solusi-solusi inovatif tersebut diharapkan dapat meningkatkan keunggulan dan daya saing pelanggan kami,” bebernya.

Ide inovasi, katanya, dapat berasal dari siapa saja dan dari tingkat manapun, baik dari posisi bawah, menengah maupun jajaran eksekutif. Karyawan Trakindo didorong untuk selalu berpikir kreatif dan berusaha menyebarkan virus inovasi kepada karyawan yang lain.

Jajaran eksekutif puncak Trakindo sepenuhnya mendukung budaya inovasi dan memberikan contoh positif kepada seluruh pemangku kepentingan di Perusahaan untuk terus berinovasi.

“Sejak 2013, kami pun sudah menyelenggarakan program Innovation Day sejak tahun 2013 yang bertujuan menumbuhkan budaya inovasi dan berbagi berbagai solusi inovatif untuk meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan,” ungkap Utoyo.

Beragam inovasi tersebut telah memberikan manfaat signifikan bagi para pelanggan dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas.

Salah satu usaha mewujudkannya, pada kompetisi keterampilan yang digelar bagi teknisi Trakindo (Trakindo Servicemen Award Program) dan bagi peserta didik jurusan Teknik Alat Berat di SMK juga Politeknik (Kompetisi Kompetensi Keahlian Teknik Alat Berat), peserta tak hanya menampilkan keahlian yang dimiliki tapi juga diajak untuk berpikir kreatif menghadirkan solusi inovatif dalam menjalankan aktivitasnya.

Managing Director Accenture Indonesia (konsultan manajemen dan teknologi) Prihadiyanto menegaskan inovasi itu bukanlah suatu pilihan, melainkan sesuatu yang harus dilakukan.

Bila perusahaan tidak melakukan inovasi secara berkesinambungan, maka perusahaan tersebut dapat tidak berkembang atau tertinggal dalam persaingan pasar. Inovasi perlu diimplementasikan dengan keberanian untuk mengambil risiko dengan mempersiapkan mitigasinya.

“Budaya inovasi memerlukan dukungan penuh dari semua lini manajemen, dimulai dengan komitmen dari manajemen puncak, organisasi yang mendukung kolaborasi antar bagian, serta budaya yang memfasilitasi kreativitas dan keterbukaan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
inovasi, perusahaan, trakindo

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top