Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Alis Tebal Bakal Menghilang Tahun Depan?

Tahun 2016 banyak perempuan Indonesia yang cenderung menggunakan alis berwarna tebal.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Oktober 2016  |  08:39 WIB
Alis - youtube
Alis - youtube

Bisnis.com, JAKARTA- Tahun 2016 banyak perempuan Indonesia yang cenderung menggunakan alis berwarna tebal.

Bahkan, belakangan muncul tren sulam alis untuk membentuk alis tebal tersebut. Meski harganya dibanderol lumayan mahal, namun tidak sedikit perempuan yang rela merogoh kocek dalam-dalam untuk mewarnainya.

Lantas, apakah tren tersebut masih bertahan tahun depan?

Make up artist Dhirman Putra memprediksi dandanan alis tebal akan berkurang pada 2017 karena tren bergeser ke arah tampilan alis yang lebih natural.

“Mungkin nanti yang dipakai hanya maskara, sedangkan alis tidak terlalu tebal dan panjang seperti tahun lalu dan tahun ini,” kata Dhirman di Jakarta Fashion Week 2017, Selasa (25/10).

Selain itu, Dhirman mengemukakan warna terang dan kuat masih jadi tren tahun depan namun semua tetap ditampilkan senada.

“Misalnya blendingnya jangan sampai tabrak warna,” ujar dia.

Untuk kulit Asia yang cenderung kuning atau sawo matang, warna aman yang dianggapnya cocok adalah warna-warna hangat.

Bagaimana dengan sapuan lipstik yang membentuk gradasi warna alias ombre yang juga banyak diaplikasikan kaum Hawa saat ini?

Dhirman berpendapat aplikasi warna ombre pada bibir masih akan dilakukan namun hanya untuk acara-acara khusus.

“Cewek sekarang lebih suka matte dengan satu warna,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kosmetik make up

Sumber : Antara

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top