Ngrobrol Sastra hingga Seni Minum Kopi di Temanggung

edah novel Genduk karya Sundari Mardjuki meramaikan kegiatan Jagongan Sastra Gunung pada Sabtu (24/12/2016) di Desa Mranggen Kidul Kecamatan Bansari, Temanggung. Novel yang masuk dalam lima besar nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa 2016 itu, akan dikupas pada sesi kedua yakni pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.
Azizah Nur Alfi | 21 Desember 2016 14:34 WIB
Jagongan Sastra Gunung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Bedah novel Genduk karya Sundari Mardjuki meramaikan kegiatan Jagongan Sastra Gunung pada Sabtu (24/12/2016) di Desa Mranggen Kidul Kecamatan Bansari, Temanggung. Novel yang masuk dalam lima besar nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa 2016 itu, akan dikupas pada sesi kedua yakni pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Sundari Mardjuki akan membedah novel ini bersama dengan periset AE Priyono, Inisiator Gerakan Literasi Pelita Desa Andy Yoes Noegroho, Keluarga Studi Sastra 3 Gunung, dan Komunitas Rumah Pena Kita Ahmad Syarif Yahya.

Sundari mengaku bersemangat, karena cita-cita gerakan literasi di desa akhirnya terwujud.

"Ini kerja sama antar-komunitas dan didukung warga desa setempat," tutur Sundari.

Penyelenggaraan Jagongan Sastra Gunung ini didukung Komunitas Gerakan Literasi Pelita Desa, Komunitas Cendekia Mandiri, Keluarga Studi Sastra 3 Gunung dan Komunitas Rumah Pena Kita.

Pada sesi awal yakni pukul 10.00 WIB - 12.00 WIB, digelar dialog Menggali Akar Tradisi Sastra Masyarakat Pegunungan. Pembicara pada sesi ini yakni budayawan Temanggung Roso Titi Sarkoro, penulis Sundari Mardjuki, dosen UNJ dan seniman Kartika Murtiasari, tokoh masyarakat Gunung Sindoro Jayeng Susilo.

Adapun, sesi terakhir pada pukul 15.00 WIB - 16.00 WIB ditutup dengan dialog Seputar Seni Minum Kopi Bersama Mukidi.

 

Tag : sastra Indonesia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top