3 Eksibitor Film Berkomitmen Lawan Pembajakan

Maraknya pembajakan film hingga detik ini, membuat para eksibitor film merasa perlu untuk melakukan berbagai tindakan pencegahan.
Ramdha Mawaddha | 14 Maret 2017 22:36 WIB
Salah satu film Indonesia, Uang Panai' - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Maraknya pembajakan film hingga detik ini, membuat para eksibitor film merasa perlu untuk melakukan berbagai tindakan pencegahan.

Hal tersebut dinyatakan oleh tiga eksibitor film besar Indonesia yaitu XXI, CGV Sinema dan Cinemaxx dalam peluncuran iklan anti pembajakan film yang digelar Asosiasi Produser Film Indonesia di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Manager Operasional XXI, Suprayitno dalam kesempatan ini mengatakan jika keberadaan bioskop menjadi salah satu bagian dari ekosistem perfilman. Untuk itu, XXI merasa berkepentingan untuk membantu program pencegahan pembajakan film di Indonesia.

Salah satu cara yang telah dilakukan adalah dengan mengedukasi penonton dengan penayangan slide dalam layar tentang praturan dan larangan pembajakan film yang akan mendapat denda Rp4 miliar. Selain itu, di luar arena pertunjukan juga dilakukan pemasangan poster peringatan dan larangan pembajakan film.

“Karyawan kami mengontrol oknum yang melakukan pembajakan. Jika kita temukan maka kita proses dan melakukan penghapusan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari CGV Cinemas juga mengungkapkan berbagai upaya yang dilakukan untuk pncegahan pembajakan film di bioskop. Wisnu melanjutkan jika sejak awal 2017 beberapa hal sudah dilakukan. Diantaranya pemasangan CCTV pada tiap auditorium dengan kualitas yang dapat terlihat meski di tempat gelap.

Selain itu, ada pegawai yang dikhususkan untuk rutin memantau kondisi auditorium saat penayangan film, yaitu per 15 menit.

“Kita membutuhkan film untuk kita tayangkan di bioskop. Jadi kita juga harus mendukung gerkan ini.Upaya lainnya kita juga memasang pemberitahuan di sekitar CGV dan kita juga melakukan pengawasan yang ketat jika ada pengunjung membawa kamera,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri film

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top