APROFI Luncurkan Iklan Anti Pembajakan Film

Semakin maraknya pembajakan terhadap film indonesia maupun film asing secara digital dan fisik perlu disikapi oleh stakeholder perfilman.
Ramdha Mawaddha | 15 Maret 2017 06:41 WIB
Ilustrasi film -
Bisnis.com, JAKARTA-- Semakin maraknya pembajakan terhadap film indonesia maupun film asing secara digital dan fisik perlu disikapi oleh stakeholder perfilman.
 
Salah satu inisiatif yang dikerjakan oleh Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) bekerjasama dengan Motion Pictures Association (MPA), Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Cinema XXI, CGV dan Cinemaxx adalah iklan anti pembajakan film sebagai bentuk sosialisasi pentingnya menghargai hak kekayaan intelektual yang akan diputar di bioskop-bioskop dan di sosial media. 
 
”Iklan ini akan menjadi program tahunan kami dengan menggunakan IP milik produser anggota APROFI.Untuk pertama kali, kami menggunakan tema dari film Fiiosofi Kopi dengan bintang Chicco Jerikho, Bebeto dan Tyo Pakusadewo. Semoga inisiatif ini bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembajakan," kata Ketua Bidang Advokasi Kebijakan Pubiik APROFI, Angga Dwimas Sasongko pada jumpa pers, Selasa (14/3). 
 
Angga menambahkan terdapat fenomena baru yang cukup meresahkan, yaitu pembajakan untuk mengejar popularitas lewat media sosial seperti bigolive, instagram story, snapchat dan sejenisnya. 
 
Beberapa waktu Ialu Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya menangkap seorang pembajak jenis kelamin perempuan yang menyiarkan film Me vs Mami milik MNC Pictures lewat akun bigolive-nya. Merlina dijerat dengan pasal 32 dan 48 UU ITE dan pasal 113 UU Hak Cipta dengan ancaman hukuman sembilan tahun. 
 
Setiap penikmat film mempunyai kontribusi terhadap masa depan industri film di Indonesia, dengan memilih menonton film di bioskop, nonton TV atau konten kesukaan lewat servis video online.
 
 MPA (Motion Picture Associations) sangat mendukung kegiatan kampanye anti pembajakan APROFI, yang akan membantu edukasi pentingnya menghormati kekayaan intelektual, dan melindungi pekerja kreatif. "Kita berharap kampanye ini berhasil mengetuk kesadaran penikmat film di seluruh indonesia," Kata VP Communications MPA, Stephen Jenner. 
 
“Indonesia memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar. Karena itu, kita harus menjaga ekosistemnya dan menjaga lingkungan berkembangnya agar potensi ekonomi kreatif dapat terus berkembang secara maksimal. Salah satunya dengan memastikan ekosistem ekonomi kreatif bebas dari pembajakan" Kata Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan lnteiektual dan Regulasi Badan Ekonomi Keatif, Ari Juliano Gema. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri film

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top