Barli Asmara Angkat Batik dan Songket Motif Jambi

Barli Asmara kali ini mengeluarkan koleksi dengan batik dan songket motif Jambi,dari pengrajin binaannya.
Mia Chitra Dinisari | 24 Maret 2017 14:59 WIB
Koleksi batik dan songket Jambi Barli Asmara - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Barli Asmara kali ini mengeluarkan koleksi dengan batik dan songket motif Jambi,dari pengrajin binaannya.

Sebelum mengeluarkan koleksi tersebut, Barli yang juga Duta Jambi 2017 ini sebelumnya melakukan pembinaan , workshop dan sosialisasi untuk pengembangan motif dan warna dari kain batik dan songket Jambi.

Koleksi tersebutlah yang ditampilkan di acara Plaza Indonesia Fashion Week 2017 .

Adapun motif Jambi yang diangkat kali ini adalah Motif batang hari, Motif daun karet, Motif durian pecah, Motif sawit, Motif tampu manggis (motif di ambil dari museum Jambi), Motif rotan, Motif Bunga sepatu, dan Motif kelupaku

Moti tersebut, dituangkan di dalam kain sutra, semi sutra kembang ,viscose,sifon dan organdi. Dan ada pula bahan tambahan seperti satin,linen,lame plisket dan jaquard.

Adapun warna yang dominan dalam koleksinya kali ini yakni hitam,putih,abu,dan biru sebagai ciri khasnya.

Koleksi Barli Asmara mengangkat tema Kain Negriku Jambi” ini dengan menggunakan siluet berpotongan Modern Edgi seperti Blouse,Celana, Rok, Blazer,Kemeja dan Dress.

Batik dan songket merupakan warisan kebanggaan budaya bangsa yang perlu dilestarikan dan dikembangkan keberadaannya, dengan memberi pendidikan dan pengetahuan tentang batik dan songket kepada generasi muda, sehingga akan tetap menjadi budaya dan kesenian bangsa
Indonesia.

Walaupun Batik dan songket merupakan salah satu warisan budaya yang membanggakan tetapi pengrajin batik dan songket masih cenderung termajinalkan, permasalahan yang masih dihadapi oleh para pengrajin batik dan songket tradisional adalah mereka masih minim pengetahuan untuk memasarkan hasil karya meraka

Selain itu, pemasaran masih terbatas pada kunjungan wisatawan ke daerah mereka, atau pada masyarakat sekitar yang memerlukan batik dan songket untuk acara-acara istimewa, masyarakat khususnya kaum wanita cenderung masih enggan memakai batik dan songket karena sifat dari kain tenun itu sendiri yang cenderung sangat berat.

Hal ini sangat mempengaruhi pendapatan para pengrajin tenun sehingga mereka masih tetap minim pendapatannya karena pengrajin tidak pernah tahu teknik promosi dan pemasaran, memaksimalkan pemakaian hasil batik dan songket dalam berbagai mode dan pakaian, adalah tugas pemerintah, pemerhati seni dan para profesional dibidang fesyen untuk mengangkat dan mempopulerkan batik dan songket .

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
barli asmara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top