Fractal Gradina, Manipulasi Gaya Mel Ahyar

Pendekatan manipulatif dalam sebuah penciptaan karya seni merupakan prinsip yang selalu diusung oleh seorang seniman kontemporer asal Austria bernama Erwin Wurm.
Mia Chitra Dinisari | 30 Maret 2017 21:15 WIB
Koleksi Mel Ahyar - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pendekatan manipulatif dalam sebuah penciptaan karya seni merupakan prinsip yang selalu diusung oleh seorang seniman kontemporer asal Austria bernama Erwin Wurm.

Manipulasi realitas ke dalam bentuk yang lebih rumit dan terdistorsi menjadi ciri khas yang membuat setiap karyanya mudah dikenali. Dalam salah satu tema karyanya berjudul One Minute Sculpture, Wurm menunjukkan hubungan unik antara model seni dengan benda sehari-hari.

Keindahan dari hal-hal rumit yang diangkat oleh Wurm inilah yang menginspirasi Mel Ahyar First dalam proses penciptaan koleksi “FRACTAL GRADINA” Prefall 2017. Inspirasi tersebut dituangkan dalam motif-motif yang tampak rumit namun sejatinya indah dan cantik.

Tak hanya terinspirasi oleh seni kontemporer, koleksi ini juga mengambil keindahan seni dari persamaan matematika. Sebuah algoritma matematika yang ditampilkan dalam keadaan berulang dan skala yang berbeda-beda akan membentuk pola simetris yang disebut fractal. Berbeda dari bentuk geometris pada umumnya, bentuk fractal dapat menciptakan pola yang bermacam-macam dengan skala yang berbeda.

Bentuk fractal sendiri diakui dalam dunia matematika dan seni digital sebagai sesuatu yang rumit namun indah dan fungsional. Bentuk-bentuk fractal telah banyak terdapat di alam seperti mahkota bunga matahari, rumah siput, motif sayap kupu-kupu, dan capung. Beberapa seniman menyebut teori fractal sebagai chaos theory, keindahan yang tercipta dari kekacauan dan kerumitan.

Mel Ahyar First mengejawantahkan teori fractal ini dalam motif-motif percampuran geometris dan bentuk fractal dari alam seperti ngengat, capung, dedaunan, dan bunga. Indahnya taman bunga direka ulang dengan algoritma dan persamaan matematika.

Tak melupakan prinsip “Captivating through Art”, Mel Ahyar First memilih warna-warna terang dan kontras serta motif-motif geometris berulang dari kupu-kupu, capung dan dedaunan yang merupakan pengejawantahan dari teori fractal dan karya seni kontemporer.

Selalu mengedepankan kulitas dan detail, dalam koleksi kali ini bahan-bahan yang dipilih adalah bahan organdy silk, silk, dan linen dengan detail bordir, embellishment manik-manik, dan batu mulia dalam setiap item yang dibuat. Tak hanya busana unik dan cantik yang membuat koleksi “FRACTAL GRADINA” ini patut dinanti, namun juga aksesori seperti loafer, scarf, dan sling bag berkarakter kuat pun wajib dimiliki.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mel ahyar

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top