Pekan Imunisasi Dunia Cegah Melonjaknya Angka Kematian Bayi

Pemerintah akan memastikan semua anak mendapatkan imunisasi secara merata. Hal tersebut ditujukan untuk mengurangi angka kematian bayi dan balita di Indonesia yang dicanangkan pada 2019.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 29 April 2017  |  21:15 WIB
Pekan Imunisasi Dunia Cegah Melonjaknya Angka Kematian Bayi
Ilustrasi bayi baru lahir - Istimewa
Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah akan memastikan semua anak mendapatkan imunisasi secara merata. Hal tersebut ditujukan untuk mengurangi angka kematian bayi dan balita di Indonesia yang dicanangkan pada 2019.

“Salah satu kegiatan prioritas pemerintah dan merupakan aset yang sangat penting untuk mencapai salah satu target dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah, dengan seluruh negara berusaha menurunkan angka kematian neonatal (bayi 0-2 minggu) setidaknya hingga 12 per 1.000 kelahiran hidup (KH) dan angka kematian balita hingga 25 per 1.000 KH," kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Mohamad Subuh, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Bisnis.com, Sabtu (29/4/2017).

Adapun target capaian yang ditetapkan pada 2019 adalah 93% anak usia 0-11 bulan di Indonesia mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

"Kesehatan menjamin vaksin untuk bayi dan anak Indonesia aman, karena merupakan produksi dalam negeri yang keamanannya diawasi ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM], sedangkan BPOM sendiri setiap dua tahun akan di-review oleh WHO,” ujarnya. 

Dia mengatakan imunisasi dapat mencegah antara 2 sampai 3 juta kematian setiap tahun. Apabila cakupan imunisasi berhasil ditingkatkan, jumlah kematian yang dapat dicegah bertambah lagi sekitar 1,5 juta nyawa.

Penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), yakni tuberkulosis, difteri, pertussis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, polio, campak, pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe b, meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri meningokokus serta PD3I lainnya seperti influensa, diare yang disebabkan infeksi rotavirus.

Subuh menjelaskan, dalam rangka pekan imunisasi dunia 2017, Pemerintah mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mementingkan imunisasi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha, termasuk seluruh kaum cendikiawan untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan anak bangsa melalui pemberian imunisasi,” Kata Subuh.

Sebelumnya, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’am mengatakan imunisasi merupakan salah satu sarana menjamin kesehatan anak, dan kesehatan anak merupakan hak dasar anak.

Pasal 8, Undang-undang Perlindungan Anak nomor 23 Tahun 2002 menyebutkan setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial.

“Ketika kita paham bahwa hak dasar anak tidak bisa dikurangi, artinya ada pihak yang bertanggungjawab atas hak tersebut, yakni orang tua yang paling utama. Orang tua adalah pemegang tanggung jawab dan kewajiban pertama dan utama di dalam penjaminan. Kalau ada orang tua menghalangi pemenuhan hak dasar itu maka bisa dikenakan sanksi dengan dicabut hak asuhnya,” kata Asrorun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bayi, imunisasi

Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top