Habiskan Akhir Pekan di Dufan, Cek Keselamatannya di Sini

Berkaca dari sejumlah pengalaman yang terjadi di sejumlah wahana baik di luar negeri maupun dalam negeri, pihak Dunia Fantasi (Dufan Ancol) berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan penggunaan wahananya.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 29 April 2017  |  12:21 WIB
Habiskan Akhir Pekan di Dufan, Cek Keselamatannya di Sini
Dufan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Berkaca dari sejumlah pengalaman yang terjadi di sejumlah wahana baik di luar negeri maupun dalam negeri, pihak Dunia Fantasi (Dufan Ancol) berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan penggunaan wahananya.

General Manager Dufan, John Ramos Butar-Butar mengatakan, bahwa kunci dalam bisnis wahana rekreasi merupakan keselamatan. Terjadinya kecelakaan pada saat pengunjung menggunakan wahana merupakan sebuah risiko yang selalu mengintai bisnis rekreasi.

Namun, untuk mencegah terjadinya hal demikian pihaknya tidak segan-segan menggelontorkan dana hingga Rp35 miliar per tahun guna memastikan keselamatan dan keamanan penggunaan wahana.

"Setiap tahun kami keluarkan anggaran itu sekitar  Rp35 miliar untuk merawat; merawat mesin-mesin, merawat prasarana, merawat gedung, serta semua fasilitas, kelistrikan, setiap tahun kita menggunakan dana anggaran yang cukup besar sebesar Rp35 miliar untuk membenahi semua fasilitas yang ada di Dufan ini," katanya, Jumat (29/4/2017).

Dia menekankan, untuk menjamin kualitas keamanan, pihaknya juga mengimpor sejumlah keperluan seperti oli hingga pernah-pernik perawatan lain yang tergolong kecil tetapi berarti besar dari luar negeri. Sebeb, katanya, hampir 70% dari seluruh wahana yang ada di Dufan diimpor dari Eropa, sementara sisanya dari negara lain seperti Amerika.

Selain itu, pihaknya juga melakukan uji lab terhadap oli yang digunakan guna mengetahui waktu yang tepat untuk penggantian oli demi keselamatan pengoperasina whana.

Di samping memastikan kualitas oli, Ramos mengatakan sistem managemen kualitas Dufan juga telah diganjar dengan ISO 9001:2015 yang dievaluasi dengan sistem dari Inggris. Pihaknya juga memastikan semua ketentuan dalam sistem tersebut telah dipenuhi guna memastikan keselamatan pengunjung dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Adapula jenis tindakan pencegahan lain seperti inspeksi thermography yang dilakukan oleh badan pemeriksa independen. Inspeksi ini  terkait dengan kelistirkan dengan cara mengukur suhu panas di semua wahana untuk memastikan tidak terjadi kebocoran listrik dan risiko lainnya terkait kelistrikan.

Tindakan pencegahan berikutnya adalah uji NDT (Non Destructive Test) untuk seluruh komponen wahana. Uji NDT iini berfungsi untuk memastikan tidak ada retakan (crack) pada setiap inci komponen wahana yang ada di Dufan.  Serupa dengan inspeksi thermography, uji NDT ini juga dilakukan oleh badan independen.

"Jadi, kalau ada sambungan yang retak, itu akan terlihat oleh pemeriksaan NDT, dan ini selalu kita lakukan. Jadi, inilah antisipasi kami terhadap risiko-risiko. Pemeriksaan semua sambungan itu kita periksa, semua kualitas besi yang ada kita periksa," paparnya.

Saat ini, Dufan memiliki sekitar 32 wahana yang terdiri atas tiga wahana pertunjukan, satu wahana pentas prestasi yang dikhususkan bagi anak-anak usia sekolah untuk belajar mengenai ilmu fisika, dan 28 wahana yang bisa dinaiki.

Pihak Dufan juga saat ini sedang mengembangkan sejumlah wahana lain guna menambah variasi hiburan yang menarik di Dunia Fantasi seperti indoor play ground, fantasy light, dan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dufan

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top