Vitamin B Tingkatkan Risiko Kanker Paru pada Pria

Studi pemakaian vitamin B 6 dan B12 dalam dosis tinggi dalam jangka panjang terkait dengan meningkatnya dua hingga empat kali lipat risiko kanker paru pada pria.
Nancy Junita | 24 Agustus 2017 09:16 WIB
Ilustrasi kanker paru - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Studi pemakaian vitamin B 6 dan B12 dalam dosis tinggi dalam jangka panjang terkait dengan meningkatnya dua hingga empat kali lipat risiko kanker paru pada pria.

Demikian dilansir Journal of Clinical Oncology yang dikutip dari laman Boldsky.com, Rabu (23/8/2017). Studi ini mengingatkan untuk mewaspadai pemakaian vitamin B dalam dosis tinggi.

Selama ini, manfaat vitamin B kerap diekspos oleh pelaku industry vitamin atau suplemen. Vitamin B ini diklaim para produsen bermanfaat meningkatkan energi, dan meningkatkan metabolism tubuh seperti diutarakan periset dari Ohio State University di AS.

Para periset menemukan bahwa, risiko kanker paru lebih tinggi pada perokok laki-laki yang mengonsumsi lebih dari 20 miligram vitamin B6 atau 55 mikrogram B12 per hari selama 10 tahun.

Perokok laki-laki yang mengonsumsi vitamin B6 pada dosis ini berisiko tiga kali lebih mungkin terkena kanker paru. Mereka yang mengonsumsi B12 pada dosis tersebut sekitar empat kali lebih mungkin untuk mengalami kanker paru dibandingkan dengan pria yang tidak mengonsumsi vitamin B.

Periset menganalisis data dari lebih dari 77.000 pasien dalam studi kohort “Vitamin dan Gaya Hidup (VITAL)”, sebuah penelitian observasional prospektif jangka panjang yang dirancang untuk mengevaluasi suplemen vitamin dan mineral lainnya sehubungan dengan risiko kanker.

Semua peserta berusia antara 50 dan 76 tahun, direkrut antara tahun 2000 dan 2002. Periset menggunakan teknik statistik untuk menyesuaikan berbagai faktor termasuk riwayat merokok, usia, ras, riwayat kanker, atau penyakit paru kronis, riwayat kanker paru pada keluarga , dan penggunaan obat anti-inflamasi.

"Semua faktor ini diatur setara, jadi kami mau melihat efek suplementasi B6 dan B12 jangka panjang yang tidak terlalu membingungkan," kata Theodore Brasky dari Ohio State University. Penelitian ini dipublikasikan di Journal of Clinical Oncology.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kanker paru-paru

Sumber : www.boldsky.com

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top