Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ansambel Angklung Tampilkan ‘Yesterday’

Kelompok musik Ansambel Angklung yang dikelola Kedutaan Besar Indonesia di London beranggotakan kelompok Dharma Wanita Persatuan pimpinan Hana A Satriyo, unjuk kebolehan dengan melantunkan Yesterday dari The Beatles
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Oktober 2017  |  01:26 WIB
Angklung - Istimewa
Angklung - Istimewa

Bisnis.com, LONDON - Kelompok musik Ansambel Angklung yang dikelola Kedutaan Besar Indonesia di London beranggotakan kelompok Dharma Wanita Persatuan pimpinan Hana A Satriyo, unjuk kebolehan dengan melantunkan Yesterday dari The Beatles.

Yesterday dengan aransemen instrumen angklung itu mendapat sambutan meriah dari pengunjung festival seni budaya Indonesia tahunan di London, di Kampus School of Oriental and African Studies, SOAS, di pusat kota London, Sabtu (7/10/2017).

Selain Yesterday, mereka juga membawakan lagu dari Coldplay, Viva La Vida, Es Lilin, serta Hari Merdeka.

Salah seorang anggota Ansambel Angklung, Lanny Mulani, senang bisa ikut dalam acara festival budaya Indonesia IKON, meskipun latihan cuma tiga kali namun mereka merasa senang bisa menampilkan kesenian Indonesia berupa musik angklung di London.

Koordinator IKON 2017, Lenah Susianty, mengatakan, selain menampilkan budaya Indonesia, mereka juga mengenalkan sajian masakan khas Indonesia, di antaranya sate ayam windsor yang cukup populer di Inggris, bakso, somai, nasi padang, dan gudeg yogya.

Selain itu juga diadakan demonstrasi masak oleh dua koki kelas dunia, Petty Elliot dan Budiono Bin Sukim, dan diskusi tentang makanan Indonesia.

"Ide dasarnya adalah membawa makanan Indonesia lebih dekat dan lebih nyata ke warga London," ujar Susianty.

IKON 2017 juga diramaikan gamelan Jawa dan Bali oleh kelompok segala usia dan segala bangsa di London, Jagat Gamelan, serta penampilan wayang berjudul Tiny Tales for Modern Wayang oleh East 15, mahasiswa dari bidang studi World Performance, di Universitas Essex.

Dalam IKON 2017 juga digelar penuturan cerita dari dua buku tentang orangutan kecil Sipirok, yang dibawakan langsung oleh penulisnya Felicia Nayoan-Siregar.

Pelaksanaan IKON 2017 diakhiri dengan pemutaran film legendaris Indonesia, Tiga Dara, dilengkapi naskah berbahasa Inggris. Penayangan film ini dipilih Dr Ben Murtagh -ahli film Indonesia dari SOAS- mengingatnya sebagai salah satu karya klasik dunia perfilman Indonesia setelah Lewat Tengah Malam pada IKON 2016.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angklung

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top