Teater Koma Bakal Pentaskan Lakon Sie Jin Kwie

Teater Koma didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menggelar pementasan terbarunya yang bertajuk Sie Jin Kwie - Melawan Siluman Barat.
Mia Chitra Dinisari | 29 Oktober 2017 00:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Teater Koma didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation kembali menggelar pementasan terbarunya yang bertajuk Sie Jin Kwie - Melawan Siluman Barat.

Lakon ini merupakan produksi ke-150 dan juga merupakan pentas besar ketiga dalam rangkaian perayaan hari jadi ke-40 Teater Koma setelah sebelumnya sukses mementaskan Opera Ikan Asin dan Warisan di tahun 2017 ini.

Pagelaran Teater Koma kali ini merupakan lanjutan dari lakon-lakon Sie Jin Kwie yang sebelumnya, berawal dari lakon Sie Jin Kwie (2010), Sie Jin Kwie Kena Fitnah (2011) dan Sie Jin Kwie Di Negri Sihir (2012). Lakon keempat ini menutup kisah Sie Jin Kwie Ceng See atau Sie Jin Kwie Menyerbu Ke Barat, yang adaptasi oleh Nano Riantiarno dari novel karya Lokoanchung dan Tiokengjian.

“Lakon Sie Jin Kwie – Melawan Siluman Barat ini merupakan bagian rangkaian perayaan 40 tahun Teater Koma yang konsisten meramaikan dunia seni pertunjukan Indonesia dengan beragam pementasan yang berkualitas. Teater Koma tidak hanya memanjakan mata kita dengan desain dan properti panggung, make up, dan kostum yang maksimal, namun juga mengajak kita berpikir akan pesan yang termuat dari jalan cerita yang ditampilkan dan koherensinya dengan situasi saat ini,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation dalam siaran persnya.

Lakon ini mengisahkan tentang menantu Sie Jin Kwie, jenderal wanita Hwan Lie Hoa yang diangkat Raja Li Ti menjadi Panglima Besar Pasukan Tang setelah Sie Jin Kwie gugur di medan perang. Tugasnya, mengalahkan Jenderal Souw Po Tong dan menaklukkan Tartar Barat yang dibantu para siluman dan Dewa Jahat. Para Dewa Baik pun turun mendukung Pasukan Tang. Apakah Tartar Barat bisa ditaklukan?

“Lakon Sie Jin Kwie - Melawan Siluman Barat adalah lakon yang mustahil, terjadi ratusan tahun lalu tapi masih menjadi potret masa kini. Mungkin, para pencaplok hak rakyat jelata yang sekarang kita lawan adalah siluman juga. Tapi, siapa yang akan menang dalam pertempuran ini? Kita, atau mereka?” ujar Nano Riantiarno yang juga menjadi sutradara.

Pementasan Sie Jin Kwie Melawan Siluman Baratkali ini didukung oleh Idris Pulungan, Tuti Hartati, Budi Ros, Rangga Riantiarno, Ade Firman Hakim, Joind Bayuwinanda, Subarkah Hadisarjana, Daisy Lantang, Dorias Pribadi, Alex Fatahillah, Supartono JW, Ratna Ully, Raheli Dharmawan, Dana Hassan, Bayu Dharmawan, Budi Suryadi, Angga Yasti, Suntea Sisca, Andhini Puteri, Adri Prasetyo, Sir Ilham, Sriyatun Arifin, Ina Kaka, Sekar Dewantari, Julung Zulfi, M. Tavip, dan masih banyak lagi.

Tata busana Rima Ananda bersama tata rias dan rambut garapan Sena Sukarya dibantu konsultan tata rias dan rambut Subarkah Hadisarjana dengan dukungan PAC Martha Tilaar akan berpadu dengan skenografi dan tata cahaya panggung besutan Taufan S. Chandranegara, di mana tata gerak Sentot S. serta arahan instruktur vokal Naomi Lumban Gaol akan diiringi oleh musik komposisi dan aransemen karya Fero Aldiansya Stefanus, bekerjasama dengan Sekolah Musik Miladomus. Lakon ini juga mendapat sentuhan tata grafis Saut Irianto Manik. Semua didukung oleh pimpinan panggung Ariffano Marshal, pengarah teknik Tinton Prianggoro serta pimpinan produksi Ratna Riantiarno, di bawah arahan co-sutradara Ohan Adiputra dan sutradara N. Riantiarno.

Selain mendukung pertunjukan, Bakti Budaya Djarum Foundation juga berpartisipasi dalam program apresiasi seni pertunjukan Teater Koma, yaitu sebuah program yang bertujuan untuk mengajak 200 pekerja seni teater, guru, dan mahasiswa di Jakarta untuk menonton pertunjukan Teater Koma. Program ini diharapkan memberikan ruang apresiasi bagi masyarakat terutama yang belum pernah menonton karya Teater Koma sebelumnya, sehingga mereka menemukan referensi mengenai sajian artistik serta konsep dramaturgi yang detil dari karya Teater Koma.

Lakon Sie Jin Kwie - Melawan Siluman Barat iniakan dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki setiap hari, 10 sampai dengan 19 November 2017, pukul 19.30 WIB kecuali hari Minggu, 12 dan 19 November 2017, pukul 13.30 WIB.

Tag : teater
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top