Ini Penyebab Stunting pada Anak

Memiliki anak yang tumbuh sehat dan cerdas adalah dambaan tiap orang tua. Namun, tak jarang pula dijumpai berbagai permasalahan dalam proses tumbuh kembang tersebut, termasuk kondisi anak stunting.
Ramdha Mawaddha | 21 November 2017 13:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--  Memiliki anak yang tumbuh sehat dan cerdas adalah dambaan tiap orang tua. Namun, tak jarang pula dijumpai berbagai permasalahan dalam proses tumbuh kembang tersebut, termasuk kondisi anak stunting.

Stunting sendiri dalam dunia medis dikenal adalah istilah pada anak yang memiliki tinggi di bawah rata-rata akibat kekurangan gizi.

Di Indonesia, kasus stunting dalam kurun tiga tahun belakang mengalami peningkatan. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013 persentase penderita stunting sebesar 37,2%.

Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Tumbuh Kembang Anak Ahmad Suryawan mengatakan, orang tua di Indonesia sebaiknya tak hanya menggunakan berat badan sebagai indikator kesehatan dan tumbuh kembang anak.

"Tinggi badan anak juga perlu diketahui secara rutin, karena dari berbagai penelitian membuktikan adanya korelasi positif antara tinggi badan dan perkembangan otak," kata Ahmad dalam seminar susu pertumbuhan Frisian Flag, Senin (20/11/2017).

Menurut Ahmad, kondisi stunting pada anak disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk nutrisi anak sejak dalam kandungan, tingginya infeksi akibat rendahnya higenitas dan kurangnya aktivitas fisik anak.

"Jangan disangka bahwa penentu tinggi badan anak hanya faktor genetika atau keturunan saja, tetapi orang tua dapat mengoptimalkan tinggi badan anak dengan asupan nutrisi dan stimulasi aktivitas gerak yang sesuai dengan anak," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
stunting

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top