Bio Farma Prioritaskan Vaksin Difteri Untuk Dalam Negeri

PT Bio Farma, produsen vaksin, memperioritaskan produknya untuk kebutuhan dalam negeri, terutama dengan adanya kejadian luar biasa (KLB) difteri dalam beberapa minggu terakhir ini.
Nurudin Abdullah | 13 Desember 2017 19:08 WIB
Tenaga medis dari Suku Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyuntikan vaksin DPT/HB/HIB kepada balita. Ilustrasi. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA-PT Bio Farma, produsen vaksin, memperioritaskan produknya untuk kebutuhan dalam negeri, terutama dengan adanya kejadian luar biasa (KLB) difteri dalam beberapa minggu terakhir ini.

Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto, mengatakan badan usaha milik negara tersebut melakukan kebijakan untuk menelaah kembali permintaan ekspor vaksin difteri melalui UNICEF bagi sejumlah negara berkembang.

“Kebijakan menelaah kembali permintaan ekspor vaksin difteri melalui UNICEF untuk negara berkembang, dengan merelokasi sementara waktu, guna memenuhi permintaan vaksin difteri dalam negeri,” katanya.

Dia dalam situs resmi Bio Farma, Rabu (13/12/2017), menjelaskan Kementerian Kesehatan melakukan penanggulangan segera dalam memutuskan penularan, menurunkan jumlah kasus difteri, dan pencegahan agar penyakit itu tidak meluas.

Penanggulangan tersebut, lanjutnya, dilakukan dengan tindakan Outbreak Response Immunization (ORI) di tiga provinsi di Indonesia yakni Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten, dengan vaksin yang mengandung difteri.

Menurutnya, Bio Farma memiliki pasokan vaksin dengan kandungan difteri yaitu Difteri Tetanus Pertusis-Hepatitis B-Haemophylus Influenza Type B (DTP-HB-HIB) untuk anak-anak usia 1-5 tahun, Difteri Tetanus (DT) usia 5-7 tahun dan Tetanus Difteri (TD) usia 7-19 tahun.

Adapun vaksin-vaksin tersebut, lanjutnya, diberikan untuk pencegahan penyakit difteri, sedangkan bagi penderita difteri, Bio Farma segera menyiapkan Anti Difteri Serum (ADS).

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap mutu vaksin buatan Bio Farma, karena produknya dihasilkan melalui pengawasan kualitas yang ketat, dan sistem rantai dingin (cold chain system) dengan teknologi Vaccine Vial Monitor untuk menjamin vaksin berkualitas, aman dan efektif,” ujarnya.

Bambang juga mengungkapkan pada 5-7 Desember 2017, telah diselenggarakan pertemuan Tingkat Menteri Kesehatan Negara-Negara Islam di Jeddah, Arab Saudi.

Hasil pertemuan itu, imbuhnya, Indonesia dinyatakan sebagai Centre of Excellence (Pusat Penelitian Bersama) untuk bidang vaksin dan bioteknologi. Sebelum itu Bio Farma sudah mengeskpor produk vaksin, termasuk yang mengandung difteri ke negara-negara Islam.

Tag : difteri, vaksin
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top