Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Selain Indonesia, Difteri Juga Menyerang Yaman dan Bangladesh

Wabah difteri yang telah menyerang ternyata tidak dirasakan oleh Indonesia saja. Negara-negara konflik seperti Yaman dan Bangladesh juga ikut menderita akibat penyakit yang disebabkan bakteri ini.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 30 Desember 2017  |  03:57 WIB
Selain Indonesia, Difteri Juga Menyerang Yaman dan Bangladesh
Petugas melakukan pemeriksaan pasien suspect penyakit Difteri yang baru masuk - ANTARA/Muhammad Iqbal
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Wabah difteri yang telah menyerang ternyata tidak dirasakan oleh Indonesia saja. Negara-negara konflik seperti Yaman dan Bangladesh juga ikut menderita akibat penyakit yang disebabkan bakteri ini.

Dikutip dari Reuters, suku Rohingya tengah bergelut dengan penyakit difteri yang merebak di tenda pengungsian di Bangladesh.

Bahkan, pasien di sana kekurangan pasokan obat anti toksin sehingga menyebabkan kematian hingga 24 jiwa.

Seorang petugas kesehatan di sana mengatakan kejadian ini layaknya pisau bermata dua.

Mereka membutuhkan tenaga kesehatan untuk membantu melakukan administrasi, tetapi semakin banyak yang datang, artinya mereka memnbutuhkan lebih banyak lagi anti toksin.

Berdasarkan laporan PB pada Februari 2017, kelangkaan suplai serum antitoksin difteri sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun ini.

Sementara itu, negara yang tengah mengalami peperangan, Yaman, juga menderita wabah yang sama.

Sejak pertengahan Agustus, lebih dari 380 pasien telah dilarika ke rumha sakit dengan gejala difteri. Bahkan, hampir 40 orang harus kehilangan nyawanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

difteri
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top