Ternyata, Olahraga Baik untuk Psikologis Anak

Berolahraga adalah hal yang penting bagi siapapun, dari segala golongan usia, termasuk anak-anak. Berolahraga, selain baik bagi kebugaran rupanya juga memberikan dampak yang baik pada psikologis anak.
Ilman A. Sudarwan | 09 Januari 2018 07:02 WIB
Ilustrasi - Webmd

Bisnis.com, JAKARTA - Berolahraga adalah hal yang penting bagi siapapun, dari segala golongan usia, termasuk anak-anak. Berolahraga, selain baik bagi kebugaran rupanya juga memberikan dampak yang baik pada psikologis anak.

Psikolog anak Elizabeth Santosa menuturkan saat berolahraga tubuh akan meneluarkan hormon endorfin. Hormon ini akan memberi rasa senang dan tenang pada diri anak. Dengan keluarnya hormon tersebut, mood anak juga akan menjadi lebih baik.

Selain itu, berolahraga menurutnya juga akan membantu perkembangan anak dalam kehidupan sosial. Latihan fisik yang membuat tubuh lebih fleksibel ternyata juga secara tidak langsung akan membuat anak fleksibel dalam bergaul secara sosial di kemudian hari.

"Anak yang terbiasa melakukan olah tubuh baik, contohnya melatih fleksibilitas, nah itu bisa melatih adaptasi dan fleksibilitas anak di dunia sosial nantinya. Lalu juga anak belajar " endurance, daya tahan, kedisiplinan, nah hal-hal seperti ini bisa diterapkan juga dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Selanjutnya, Elizabeth menuturkan bahwa malas berolahraga juga akan memberi dampak buruk secara psikologis bagi anak. Selain membuat anak secara bentuk tubuhnya akan menjadi gemuk dan tidak ideal, mereka bisa jadi pemarah dan agresif.

"Buat mereka yang kurang berolahraga, maka yang terjadi adalah hal sebaliknya, apapun bisa terjadi misalnya mood swing, mood-nya naik turun begitu. Bisa juga jadi anak yang agresif, cepat lelah dalam belajar, kurang konsentrasi dan sebagainya," katanya.

Oleh karenanya Elizabeth menganjurkan orang tua untuk terus mengajak anaknya berolahraga, tidak bisa hanya mengharapkan pengajaran olahraga di sekolah mereka dan membiarkan mereka bermain gawai dan bermalas-malasan di rumah.

"Menurut saya, anak harus mulai berolahraga sedini mungkin. Karena saat masih kecil, dari usia nol sampai usia Taman Kanak-kanak [TK], sampai SD itu kan mereka lebih banyak bermain dan melatih fisik mereka. Dari bayi, belajar berjalan, sekarang banyak kan tuh ada gym untuk anak-anak yang melatih mereka untuk bisa berguling misalnya, dipijat, terus mereka juga naik jungkat-jungkit dan sebagainya."

Tag : olahraga
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top