Bahaya Gadget untuk Anak Generasi Alfa, Perhatikan Hal Ini

Pendiri lembaga Tiga Generasi Noella Birowo mengatakan, generasi alfa merupakan generasi yang lahir pada 2010 ke atas. Salah satu ciri yang paling kentara adalah generasi alfa sangat akrab dengan teknologi. Kenapa?
Asteria Desi Kartika Sari | 20 Februari 2018 19:39 WIB
Ilustrasi anak kecil dengan smartphone - flickr

Bisnis.com, JAKARTA -- Generasi baru setelah Y (milenial) dan Z, atau biasa disebut generasi alfa dinilai sebagai semakin lengket dengan teknologi.

Pendiri lembaga Tiga Generasi Noella Birowo mengatakan, generasi alfa merupakan generasi yang lahir pada 2010 ke atas. Salah satu ciri yang paling kentara adalah generasi alfa sangat akrab dengan teknologi. Kenapa?

Dia mengatakan anak generasi afa sejak kecil sudah diperkenalkan dengan gawai, hal itulah yang membuat mereka semakin terbiasa atau bahkan bergantung dengan tekonologi.

Sayangnya, generasi tersebut cenderung lebih mudah bosan, pasalnya dalam pemakaian gawai tersebut, anak tidak ditemani oleh orang tua. Sehingga komunikasi yang terjadi hanya satu arah.

"Dalam beberapa kasus, gawai dapat berperan sebagai 'baby sitter' karena para orangtua memberikan tanpa pendampingan," tuturnya.

Menurutnya, alangkah lebih baik anak diperkenalkan dengan gawai baik itu ponsel, tablet, ataupun televisi setelah usia 2 tahun. "Sehari maksimal 30 menit. Jika kurang dari itu juga tak ada masalah," katanya.

Selain memilihkan materi yang boleh ditonton anak, orangtua juga perlu selalu mendampingi anak saat bermain gawai. Misalnya membuka aplikasi menggambar dan ikut mewarnai dengan jari, ikut berdansa saat nonton video atau menebak warna, bentuk hingga suara.

Tag : gadget
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top