Dwayne Johnson, Atlet Football, Pegulat, hingga Aktor Layar Lebar

Dwayne Johnson pertama dikenal sebagai "The Rock," dalam World Wresling Federation. Dia kemudian menjadi bintang box-office, dan membintangi sejumlah film termasuk franchise 'The Scorpion King,' 'Hercules,' dan 'The Fast and Furious'.
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 Februari 2018 09:44 WIB
Dwayne Johnson - femalefirst.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Dwayne Johnson pertama dikenal sebagai "The Rock," dalam World Wresling Federation. Dia kemudian menjadi bintang box-office, dan membintangi sejumlah film termasuk franchise 'The Scorpion King,' 'Hercules,' dan 'The Fast and Furious'.

Masa Muda

Pegulat profesional dan aktor Dwayne "The Rock" Douglas Johnson lahir pada tanggal 2 Mei 1972 di Hayward, California. Darah pegulat Ia dapatkan dari kakeknya, pegulat professional Peter "High Chief" Fanene Maivia dan ayahnya, Rocky Johnson,

Dwayne tumbuh di seantero negeri, karena keluarganya pindah dari kota ke kota untuk mengakomodasi karir ayahnya. Karena seringnya berpindah tempat tinggal, Dwayne muda sulit mendapat teman. Dia juga kerap diejek oleh anak-anak lain karena profesi ayahnya, dan ukuran badannya. Ukuran badan Dwayne lebih besar dari rata-rata anak seumurnya.

Akibatnya, dia sangat marah, Johnson mengakui dia bahkan ditangkap beberapa kali karena berkelahi. "Itu semua tentang masa muda dan kebodohan," jelasnya. Namun, pada pertengahan tahun 1980, keluarga Johnson cukup lama tinggal Pennsylvania, dan Dwayne mulai bersekolah di Freedom High School di Bethlehem, di mana minat terhadap olahraga membantu menenangkannya.

"Pekerjaan saya, tujuan saya, hidup saya, ini seperti treadmill, dan tidak ada tombol berhenti di treadmill saya. Begitu saya masuk, saya akan terus maju," ungkapnya, seperti dikutip Encyclopedia.com

Di Freedom High, Johnson masuk tim futbol dengan sepenuh hati dan berharap bisa mendapatkan beasiswa untuk menjadi anggota keluarga peratma yang masuk perguruan tinggi. Semasa SMA, dia menjadi bintang yang menonjol. Sebelum lulus Dwayne direkrut oleh beberapa perguruan tinggi, namun dia memilih ke Florida untuk masuk University of Miami. Dalam waktu singkat, Ia dikenal karena talenta di lapangan hijau.

Karir Dwayne di futbol tampak cerah sampai ia mengalami cedera punggung di tahun terakhirnya dan harus puas berada di bangku cadangan. Dia begitu tertekan hingga prestasi kuliahnya anjlok, hingga sempat menjalani masa percobaan akademis.

Dwayne bangkit kembali, sebagian berkat bantuan istrinya kelak, Dany Garcia, seorang mahasiswa jurusan bisnis yang ditemuinya saat berada di Miami. Garcia memberinya semangat, dan pada tahun 1995 dia lulus dengan gelar kriminologi.

Karena cederanya, Dwayne tidak terpilih dalam tim National Football League (NFL) di tahun 1995, namun ia masih menyematkan harapannya untuk berkarier di tim futbol pro. Ketika dia ditawari kontrak oleh Stampeders Calgary, dia menandatangani kontrak dan menuju ke Kanada. Namun, karirnya di Kanada tidak berjalan dengan baik, Ia pun memutuskan kembali ke Florida.

Dwayne kembali ke Florida dimana kedua orang tuanya dan Dany Garcia tinggal, dan segera menemui ayahnya dengan sebuah permintaan: ingin dilatih sebagai pegulat. Keputusannya dibuat sebagian besar karena kebutuhan, tapi Dwayne juga memiliki cinta sejati pada olahraga ini. Bagaimanapun, dia menonton pertandingan gulat pertamanya saat dia berusia tiga minggu, dan ketika dia berusia enam tahun, ayahnya telah mengajarkan kepadanya gerakan dasar seperti headlock dan armlock.

Ketika dia merasa cukup siap, Dwayne menghubungi seorang rekan kakeknya, yang membantu membuka pintu untuk uji coba dengan World Wrestling Federation (WWF) di Corpus Christi, Texas. Meskipun promotor cukup terkesan untuk menandatangani kontrak dengannya, Dwayne masih harus meluangkan waktu di Memphis, Tennessee, untuk mertanding dalam sistem lapis kedua WWF, Unites States Wrestling Alliance.

Di tahun 1996 Johnson bergumul dalam pertandingan promosi menggunakan nama Flex Kavana, dan menghasilkan sekitar US$40 per hari. Pada bulan Agustus, dia diberi tes profesional kedua, kali ini diadu melawan seorang pegulat terkenal bernama Owen Hart. Terkesan dengan tes keduanya, promotor mengajaknya ke Connecticut, tempat markas dan fasilitas pelatihan WWF berada. Pada tanggal 16 November 1996, Johnson mencatat debut gulat profesionalnya di Madison Square Garden, New York City. Dia tampil dengan nama Rocky Maivia.

The Rock

Dwayne dengan cepat menjadi bintang gulat, dan pada bulan Februari 1997 di usianya ke-24, ia merebut gelar WWF pertamanya, dan menjadi pegulat termuda yang memenangkan gelar.

Gulat di akhir tahun 1990-an bukanlah dunia gulat yang sama dengan era ayah Dwayne. Pada tahun 1979 federasi regional yang ada di seluruh AS telah dikonsolidasikan ke dalam satu organisasi yang dikenal sebagai World Wrestling Federation. Pada pertengahan 1980an, gulat professional telah berevolusi dari murni olahraga menjadi industry hiburan. Pegulat sekarang mengakui bahwa gerakan mereka diarahkan dan hasil pertandingan sudah ditentukan sebelumnya. Gulat telah menjadi bisnis besar, menarik jutaan penggemar dan menghasilkan jutaan dolar untuk promotor dan pegulat.

Perubahan tren inilah yang mengubah nama Dwayne menjadi karakter baru dengan julukan The Rock. Ketika The Rock diresmikan pada 11 Agustus 1997, di Jackson, Mississippi, penggemar sangat antusias. Sepanjang karir, Dwayne menjadi pegulat paling populer dalam sejarah WWF. Dia dikenal sebagai The People's Champion. Selain itu, The Rock menjadi tambang emas penjualan merchandise WWF. Gambarnya muncul di kaus, poster, serta action figure. Pada tahun 2000an, menurut Gillian Flynn dari Entertainment Weekly, WWF mendatangkan menghasilkan penjualan merchandise senilai US$120 juta per tahun, hanya dari The Rock.

Menjamah Layar Lebar

Kesuksesan The Rock tidak hanya terbatas di dalam ring gulat. Di tahun 200, ia mempublikasikan buku otobiografi, The Rock Says. Buku tersebut bertahan di daftar bestseller New York Times selama 20 minggu berturut-turut.

Pada tahun 2001 Johnson bermain di film The Mummy Returns. Johnson kembali ke layar lebar di tahun berikutnya dalam film The Scorpion King. Selain itu, Dwayne juga mencoba film komedi, dengan tampil dalam Be Cool with John Travolta and Uma Thurman dan The Game Plan di tahun 2007.

Karir layar lebar Dwayne terus berkembang melalui penampilannya di film-film seperti Driver (2010) dan Fast & Furious 6 (2013). Johnson juga kembali bergulat, termasuk pada penampilan di tahun 2014 dengan Hulk Hogan dan Stone Cold Steve Austin di WrestleMania 30.

Pada tahun 2015, Dwayne mendominasi layar lebar dengan dua film laga besar. Dia bermain di Furious Seven dan San Andreas. Dwayne juga memulai debutnya serial komedi Ballers sebagai Spencer Strasmore, seorang pesepakbola pensiunan profesional yang beralih menjadi perencana keuangan.

Pada tahun 2016, setelah bekerja sama dengan Kevin Hart dalam film action comery Central Intelligence. Selain itu, Dwayne mengisi suara sebagai Maui untuk film animasi Disney Moana. Kesibukannya berlanjut di tahun 2017 dalam The Fate of the Furious, adaptasi layar lebar Baywatch, serta Jumanji: Welcome to The Jungle.

Tag : artis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top