Orang Tua Perlu Jeli, Kondisi ini Berisiko Kebutaan Permanen pada Bayi

Kalangan medis mengimbau para orang tua untuk bertindak cermat mengamati kondisi mata anak saat baru dilahirkan, terutama yang mengalami masalah saat persalinan.
Yoseph Pencawan | 27 Februari 2018 15:07 WIB
Anak mengenakan kacamata - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kalangan medis mengimbau para orang tua untuk bertindak cermat mengamati kondisi mata anak saat baru dilahirkan, terutama yang mengalami masalah saat persalinan.

Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM(K), Ketua Layanan Children Eye & Squint Clinic JEC @ Kedoya mengatakan, pengamatan tersebut diarahkan kepada kondisi retina mata anak.

"Retina adalah organ yang sangat vital dari seluruh jaringan di dalam rongga mata yang berfungsi untuk menangkap rangsangan cahaya dan mengirimkan rangsangan ke otak sehingga dapat melihat suatu objek," paparnya, belum lama ini.

Retina, lanjut dia, memerlukan suplai darah dan pada kondisi normal suplai darah retina dimulai pada usia kehamilan 16 minggu dan terbentuk secara sempurna pada umur kehamilan sampai dengan 42 minggu.

Pertumbuhan pembuluh darah bayi yang lahir prematur belum sempurna dan akibat terpajan oksigen tinggi, pertumbuhan pembuluh darah akan terhenti dan dapat terjadi kelainan jaringan berupa timbulnya pembuluh darah retina baru yang tidak normal (neovaskularisasi).

Neovaskular ini dapat menimbulkan komplikasi berupa perdarahan ke dalam rongga mata (vitreus) atau tarikan pada retina hingga terlepas (retinal detachment).

"Kondisi ini disebut sebagai Retinopathy of Prematury (ROP) yang berpotensi menyebabkan kebutaan permanen pada bayi."

Pada umumnya, lanjut dr. Ni Retno,  ROP menyerang bayi prematur, lahir dari usia kehamilan ibu kurang dari 32 minggu dan berat badan lahir rendah atau kurang dari 1500 gram.

Kemudian lahir pada usia kehamilan ibu lebih dari 32 minggu atau berat badan 1500-2000 gram atau dengan kondisi klinis yang dianggap berisiko tinggi (kelainan jantung, paru, kelainan darah dan lainnya).

Selanjutnya, lahir dengan faktor risiko seperti terapi oksigen, hiposekmia (rendahnya kadar 02 dalam darah) dan penyakit penyerta lain seperti sepsis dan perdarahan otak.

"Bayi prematur dengan ROP berpeluang mengalami kelainan mata seperti minus tinggi,juling (strabismus), mata malas, katarak, glaukoma dan retinal detachment."

Tag : penyakit mata
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top