Manfaat Memberikan Cuti Melahirkan untuk Ayah

Cuti melahirkan selama ini identik dengan kaum hawa. Namun, beberapa perusahaan di Indonesia telah memberlakukan cuti melahirkan untuk ayah. Salah satunya, PT Unilever Indonesia.
Dika Irawan | 09 Maret 2018 19:05 WIB
Pekerja melakukan perbaikan kendaraan di fasilitas Mitsubishi Bodi & Cat, di Jakarta, Kamis (15/2). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Cuti melahirkan selama ini identik dengan kaum hawa. Namun, beberapa perusahaan di Indonesia telah memberlakukan cuti melahirkan untuk ayah. Salah satunya, PT Unilever Indonesia.

“Kami memberlakukan aturan paternity leave sudah sangat lama. Namun sejak tahun 2017, kami telah menambah jumlah hari untuk paternity leave menjadi 5 hari,” ujar Nanang Chalid, Head of HR Business Partner CD, Finance, IT and Head of Employee Branding PT Unilever Indonesia, Jumat (9/3/2018).

Dia mengatakan, Unilever Indonesia melihat fungsi keluarga yang bahagia dan sejahtera sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan faktor kesuksesan karyawan dalam menjalani pekerjaan sehari-hari di kantor. Untuk itu, sebagai bagian dari komitmen Unilever Sustainable Living Plan, pihaknya mengambil langkah–langkah proaktif guna membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga karyawan, salah satunya adalah memberlakukan perpanjangan cuti panjang kepada Ibu hamil hingga menjadi 4 bulan.

“Kami memahami bahwa masa-masa awal kelahiran anak adalah momen yang sangat penting bagi setiap orang. Melalui kebijakan ini, kami ingin memberikan waktu berkualitas yang lebih lama kepada sang Ibu untuk fokus membangun pemenuhan emosi secara optimal dan mengasuh sang bayi terutama pasca melahirkan.”

Selain itu, ujarnya, Unilever juga memahami bahwa pengasuhan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sang ibu tetapi juga sang ayah. Dengan memberikan paternity leave, perusahaan akan mampu memberikan kesempatan kepada sang ayah untuk bisa lebih terlibat dalam menjalankan dan berbagi tanggung jawab dalam merawat anak terutama beberapa hari setelah anak dilahirkan.

Misalnya, menggantikan popok, memandikan sang bayi, menenangkan ketika bayi menangis, sehingga hubungan emosional yang terbangun tidak hanya antara sang bayi dengan sang ibu, tetapi juga dengan sang yah.

“Di sisi lain, sang ibu juga akan merasa tenang dan nyaman dengan adanya keberadaan dan dukungan sang ayah dalam menjalankan tanggung jawab terhadap pengasuhan anak. Hal ini mampu setidaknya mengurangi potensi depresi pasca Ibu melahirkan dan terjalin hubungan suami-istri yang lebih harmonis.”

Lantas apa ada kendala dalam pelaksanaannya?

Nanag mengatakan Unilever Indonesia meyakini bahwa salah satu pilar terpenting yang menjadi kunci sukses adalah konsep ‘great people, great place’. Dengan semakin meningkatnya jumlah karyawan yang juga merupakan orang tua, pihaknya telah mengambil langkah-langkah proaktif guna membantu mereka mewujudkan potensi optimal di lingkungan korporasi.

“Kebijakan ini menjadi salah investasi kami dalam hal people development, tidak hanya secara produktivitas tetapi juga loyalitas. Dengan pertimbangan untung rugi tidak dilihat dari sisi bisnis, tetapi bagaimana perusahaan memperlakukan dan mengembangkan karyawannya seoptimal dan sebaik-baiknya.”

Diakuinya, perusahaan memang belum melakukan survei menyeluruh secara khusus untuk meninjau ulang dampak yang dihasilkan dari penerapan kebijakan ini terhadap karyawan. Namun, hal yang bisa disampaikan adalah perusahaan selalu menerima respon positif dari karyawan-karyawan yang telah menikmati kebijakan ini.

Salah satu testimoni yang kami terima adalah dari salah satu karyawan managerial yang merasa lebih memiliki produktivitas kerja yang tinggi dan makin mencintai Unilever karena mampu menjalani kehidupan yang seimbang baik itu kehidupan professional di kantor maupun kehidupan personal di rumah. Karyawan kami merasa telah diberikan kesempatan untuk mengelola tugas di kantor seefektif mungkin tanpa harus mengganggu kehidupan personal.

Tag : cuti bersama
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top