Cuti Melahirkan untuk Ayah Berdampak Positif bila...

Pemberian cuti bagi pria untuk menemani istrinya dalam proses pasca melahirkan mungkin masih terdegar asing di Indonesia. Padahal di negara seperti Swedia, Estonia, dan Islandia cuti seperti sudah umum diberikan.
Ilman A. Sudarwan | 13 Maret 2018 21:04 WIB
Ayah dan anak - pinterest.com

Bisnis.com, JAKARTA – Pemberian cuti bagi pria untuk menemani istrinya dalam proses pasca melahirkan mungkin masih terdegar asing di Indonesia. Padahal, di negara seperti Swedia, Estonia, dan Islandia cuti seperti sudah umum diberikan.

Pakar Psikologi Organisasi dari Universitas Islam Bandung Oki Mardiawan menilai, pemberlakuan cuti melahirkan untuk ayah tidak akan berdampak buruk sama sekali terhadap organisasi. Menurutnya, justru pemberian cuti seperti itu bisa menumbuhkan semangat kerja yang lebih baik dari karyawan.

“Ketika perusahaan telah memberikan perhatian dan memenuhi kebutuhannya, maka dia juga akan berpikir kembali tentang bagaimana dia mengembalikan kepercayaan itu kepada kantornya. Artinya akan muncul kepuasan, nah kepuasan ini yang nantinya akan membawa kepada kinerja yang lebih baik dan komitmen yang lebih kuat lagi terhadap pekerjaan dan tempatnya bekerja,” jelasnya, Selasa (13/3/2018).

Dia juga berpendapat bahwa pemberlakuan cuti hamil semestinya tidak mengganggu poduktivitas perusahaan. Mekanisme dan sistem pengambilan dan pelaksanaan cuti haml untuk pria, semestinya sama halnya dengan mekanisme untuk cuti hamil perempuan.

“Menurut saya, sebenarnya saat cuti ini diberikan juga kepada para ayah, pada akhirnya tidak akan berbeda dengan pelaksanaan pemberian cuti melahirkan kepada perempuan. Jadi, tidak akan terlalu banyak berpengaruh kepada organisasi.”

Namun, dia menekankan bahwa dalam pelaksanaan cuti hamil untuk ayah perlu diperhatikan komitmen ayah untuk benar-benar memanfaatkan masa waktu tersebut untuk menemani istri dan anak. Jika tidak seperti demikian, maka cuti hamil untuk pria ini hanya akan terbuang sia-sia.

“Jangan sampai cuti ini digunakan untuk hal-hal lain yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan keperluan melahirkan. Harus bisa dimaksimalkan lah, jangan sampai cuti ini hanya jadi pelarian dari pekerjaan saja,” jelasnya.

Tag : cuti
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top