Survei Buktikan Kebiasaan Tidur Kaum Milenial Lebih Baik

Survei tahunan yang dilakukan Phillips pada tahun ini menunjukkan bahwa generasi millenial berumur 18 -- 24 tahun lebih mampu menjaga kebiasaan tidur yang baik ketimbang kelompok orang yang lebih tua.
Nindya Aldila | 17 Maret 2018 14:36 WIB
Ilustrasi sindrom putri tidur - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Survei tahunan yang dilakukan Phillips pada tahun ini menunjukkan bahwa generasi millenial berumur 18 -- 24 tahun lebih mampu menjaga kebiasaan tidur yang baik ketimbang kelompok orang yang lebih tua.

Survei yang dilakukan secara online pada Februari 2018 oleh Harris Poll atas nama Philips ini, mengulas kebiasaan tidur lebih dari 15.000 orang dewasa di 13 negara, yakni Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Polandia, Prancis, India, China, Australia, Kolombia, Argentina, Meksiko, Brasil dan Jepang.

Dari keseluruhan hasil survei global, muncul satu kelompok kecil yang terdiri dari orang dewasa berusia 18-24 tahun. Meskipun cenderung tidak memiliki jam tidur yang teratur dibandingkan generasi lainnya, kelompok ini melaporkan bahwa secara rata-rata mereka lebih banyak tidur setiap malam dibandingkan kelompok usia lainnya.

Kelompok ini tidur rata-rata selama 7,2 jam, atau lebih tinggi dibandingkan kelompok usia di atas 25 tahun yang hanya tidur sekitar 6,9 jam. Kelompok millenial juga cenderung merasa bersalah jika tidak secara teratur menjaga kebiasaan tidur yang baik dibandingkan dengan kelompok usia di atas 35 tahun.

Orang dewasa berusia 18-24 tahun juga lebih mungkin untuk mencoba memperbaiki tidur mereka dibandingkan dengan kelompok usia di atas 25 tahun.

David White, Chief Medical Officer, Philips Sleep & Respiratory Care mengatakan tidur adalah landasan gaya hidup sehat. Kualitas dan durasi tidur setiap malam adalah variabel paling penting yang memengaruhi perasaan seseorang pada hari berikutnya.

"Jadi, tidur yang tidak memadai bisa berdampak langsung pada kesehatan kita, tidak seperti olahraga atau diet. Survei ini menunjukkan bahwa walaupun mengetahui bahwa tidur itu penting untuk kesehatan secara keseluruhan, banyak orang masih belum memprioritaskannya,” ujarnya seperti dikutip dari siarn pers yang diterima Bisnis.com,  Sabtu (17/3/2018).

Banyak orang yang lebih menitik beratkan olahraga atau mengonsumsi makanan sehat. Padahal, semakin seseorang mengerti bagaimana dampak tidur pada segala hal yang dilakukan, semakin baik seseorang menyesuaikan gaya hidup dan menemukan solusi yang membantu tidur dengan lebih baik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tidur

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top