Pengamat: Film Indonesia Sudah Bagus, Tapi..

Perkembangan film nasional selama tiga tahun terakhir dinilai berkembang signifikan, termasuk dari sisi jumlah film yang diproduksi.
Nur Faiza al Bahriyatul Baqiroh | 31 Maret 2018 12:34 WIB
Ilustrasi film - Dribbble

Bisnis.com, JAKARTA -- Perkembangan film nasional selama tiga tahun terakhir dinilai berkembang signifikan, termasuk dari sisi jumlah film yang diproduksi.

Pengamat film Yan Wijaya mengatakan jumlah film Indonesia yang diproduksi sejak 2015 terus bertambah. Hal ini bisa dilihat dari jumlah film Indonesia yang makin banyak dan berkualitas baik.

Film-film komersial seperti Warkop DKI, Pengabdi Setan, dan baru-baru ini Dilan 1990 pun mampu meraih prestasi dengan menjadi box office film Indonesia.

Namun, dia menyayangkan film-film bergenre art movie seperti Marlina: Si Pembunuh Dalam Empat Babak atau Night Bus yang memenangkan Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia belum bisa menarik minat para penonton Indonesia kebanyakan.

"Secara kualitas, film Indonesia sudah mendapat tempat di mata luar negeri, contohnya saja Marlina: Si Pembunuh Empat Babak. Itu kan bagus ya, hanya biasanya yang bergenre seperti ini, jumlah penontonnya tidak sebanyak film-film komersial," jelas Yan saat dihubungi Bisnis, Kamis (29/3/2018).

Untuk itu dia berharap ke depannya, para sineas bisa menggarap film yang mampu mengawinkan mutu sekaligus mencapai target pasar yang banyak. Sehingga, tidak hanya bagus secara kualitas tapi juga laku di pasaran.

"Harapan saya, untuk para sineas ke depannya, berharap mereka membuat film yang tidak hanya bagus tapi juga laku di pasaran. Jadi, bisa seperti film-film garapan Hollywood," tambah Yan.

Tak hanya untuk para sineas, dia juga mengharapkan pemerintah dapat segera menambah jumlah layar bioskop di Indonesia. Pasalnya, umlah layar bioskop Indonesia sekarang belum memenuhi permintaan dari sisi produksi film yang sedang berkembang.

"Sehingga banyak film-film baru yang mengantri untuk mendapatkan jadwal tayang. Kalau semakin banyak layar bioskop kita, semakin bertambah lama waktu penayangan film-film nasional kita," terangnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menargetkan jumlah layar di Indonesia dapat mencapai 2.400 layar pada 2020. Jumlah itu dua kali lipat lebih besar dibandingkan posisi saat ini yang tercatat sekitar 1.200 layar, yang sebagian besar berpusat di Pulau Jawa terutama Jakarta.

Tag : film
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top