Fundamental Startup

Merintis bisnis artinya membangun dari nol. Dari tidak ada menjadi ada, dan terus tumbuh menjadi besar. Itu bukanlah hal yang mudah. Apalagi pertaruhannya adalah modal yang cukup besar. Jika terjadi kesalahan, maka imbasnya akan menjalar merugikan banyak pihak.
Tom MC Ifle, Director & The Head Coach PT Aubade Makmur | 09 April 2018 20:48 WIB
Tom Mc Ifle - jibi

Merintis bisnis artinya membangun dari nol. Dari tidak ada menjadi ada, dan terus tumbuh menjadi besar. Itu bukanlah hal yang mudah. Apalagi pertaruhannya adalah modal yang cukup besar. Jika terjadi kesalahan, maka imbasnya akan menjalar merugikan banyak pihak.

Jika Anda serius ingin membangun perusahaan bisnis ini, maka fokuslah. Fokus sangat penting demi terwujudnya startup impian Anda. Seluruh energi, waktu, dan ilmu mungkin akan terkuras pada fase rintisan ini.

Nah, melewati fase kritikal bisa berbuah sukses ataupun gagal total. Ini juga berlaku pada bisnis startup. Meskipun sedang booming, pada kenyataannya tidak semua perusahaan rintisan itu berhasil bertahan. Belajar dari kegagalan tersebut bisa dipetik pelajaran bahwa setidaknya ada empat hal fundamental yang menjadi kunci keberhasilan.

Dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya memiliki satu startup yang memiliki valuasi senilai lebih dari $1 miliar (Go-Jek), tahun ini secara total Indonesia memiliki empat startup unicorn. Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak berturut-turut mengklaim memperoleh valuasi tersebut setelah perolehan pendanaan putaran terakhir

Kegagalan bisnis startup bisa dikatakan sangat tinggi. Sebanyak 90% bisnis start up gagal atau ganti haluan. Beda dengan UKM, banyak pengusaha UKM yang ingin cepat sukses tetapi dengan cara memaksakan diri. Start up didesain untuk menjadi besar. Sebaliknya, UKM banyak sekali yang tidak memiliki ide cara menjadi besar sehingga terpaksa menciptakan berbagai peluang yang akhirnya mengarah pada kegagalan.

Apa fundamental yang harus dipegang agar baik startup ataupun usaha kecil bisa bertahan dan berkembang dengan sukses? Ini kiatnya:

Fokus

Pilih satu bidang yang akan digeluti. Pelajari dengan seksama seluk beluk bidang ini. Apa kelebihannya, apa kekurangannya, bagaimana menjalankannya, bagaimana potensinya, dan sebagainya. Mantapkan niat dengan fokus pada bidang ini. Jika sudah memilih, rumuskan dalam sebuah rencana bisnis yang sempurna.

Saat siap memulai, jangan mudah tertarik dengan rayuan yang lain. Jangan terkecoh dengan tren bisnis yang sedang booming. Jangan terbujuk dengan tawaran yang datang kendati tampak lebih menggiurkan. Kesampingkan dahulu itu semua, startup Anda membutuhkan fokus Anda saat ini.

Jika Anda fokus, akan lebih leluasa menjalankan dan mengontrolnya. Segala masalah yang mungkin muncul bisa cepat diatasi. Kesulitan yang datang adalah tantangan yang perlu ditaklukan. Jangan menyerah pada hambatan atau kekurangan dengan mengubah fokus Anda pada bidang bisnis lainnya. Percayalah, setiap bisnis memiliki tantangannya masing-masing.

Inovasi

Begitu banyak startup Indonesia yang cenderung ingin meniru bisnis startup besar seperti Go-Jek, Tokopedia, hingga Traveloka. Padahal strategi ini sangat tidak efektif jika kurang keunikan yang kuat.

Inovasi mutlak diperlukan pada bisnis apapun, termasuk oleh perusahaan rintisan. Sebuah produk yang sedang digandrungi saat ini akan mengalami penurunan dan ditinggalkan seiring dengan jalannya waktu. Jika saat ini Anda memiliki produk andalan yang jadi juara di pasaran, jangan terlena dengan kondisi ini. Tetap lakukan pengembangan pada produk sebagai persiapan pada perubahan pasar di kemudian hari.

Bisnis produk adalah bisnis dengan persaingan ketat. Akan selalu ada pesaing yang siap mengalahkan Anda kapan saja. Produk Anda mungkin akan ditiru oleh orang lain. Artinya, target pasar Anda bisa diambil pesaing. Apalagi jika ternyata produk pesaing memilki banyak kelebihan dibanding produk Anda. Misalnya harganya lebih murah, kemasannya lebih menarik, manfaatnya lebih banyak, lebih mudah didapat, lebih mudah digunakan, dan sebagainya.

Inilah pentingnya inovasi. Anda harus selalu tahu apa yang sedang dibutuhkan pasar dan apa yang akan dibutuhkan di masa mendatang. Startup yang meraih sukses saat ini mayoritas adalah yang berhasil menciptakan inovasi baru yang bahkan masyarakat sendiri tidak menyadari akan membutuhkannya.

Pengembangan produk, selain meningkatkan manfaat produk juga dapat meningkatkan citra perusahaan. Nama perusahaan Anda akan dikenal sebagai pencipta produk-produk berkualitas. Jika citra ini sudah tercapai, konsumen bisa berubah jadi pelanggan setia.

Keuangan

“The Paradox of Unicorns” isu regulasi, kekurangan talenta, dan akses ke pemodalan, adalah kendala besar dalam membangun bisnis. Cash bisa dikatakan urat nadinya perusahaan. Tanpa uang, bisnis tidak mungkin berjalan. Pengelolaan keuangan yang baik mutlak dilakukan jika stratup ingin berhasil. Startup yang bagus tidak hanya dilihat dari berapa rupiah laba yang bisa dihasilkan dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, dilihat juga dari dari bagaimana bisa mengelola keuntungan tersebut untuk kemajuan perusahaan.

Kelola keuangan secara profesional. Pelajarilah ilmu manajemen keuangan, atau pekerjakan orang bagian keuangan yang benar-benar menguasai bidangnya. Pengelolaan keuangan yang buruk sering menjadi penyebab gagalnya perusahaan rintisan, bangkrut sebelum benar-benar berkembang.

Pastikan semua pos mendapatkan haknya. Tunaikanlah apa yang menjadi kewajiban perusahaan. Jangan tergiur dengan total pendapatan sebelum dikalkulasikan dengan biaya modal, operasional, pajak, inovasi, dan sebagainya. Banyak pengusaha pemula yang berpikir bahwa keuntungan bersih adalah haknya untuk dikonsumsi. Mereka tidak berpikir bahwa bisnisnya perlu biaya untuk perawatan aset dan pengembangan.

Modal besar tidak menjamin sebuah startup bisa berkembang pesat jika tidak didukung tata kelola uang yang benar. Sebaliknya, pengelolaan yang baik bisa menciptakan bisnis besar meskipun berangkat dari modal kecil.

Marketing

Marketing adalah ujung tombak perusahaan. Keberhasilan tim marketing di lapangan berarti keberhasil untuk semua tim di perusahaan. Lakukanlah marketing yang efektif. Hindari teknik pemasaran yang menggunakan biaya besar tanpa kepastian akan adanya pendapatan besar. Misalnya, menggelar acara hiburan di pasar atau mal padahal tempat tersebut jarang dikunjungi oleh target pasar Anda. Atau memasang iklan berbayar secara masif pada media yang hanya sedikit dijangkau oleh target pasar Anda.

Mengenali target pasar adalah wajib. Ini penting untuk menentukan strategi marketing seperti apa yang paling cocok dan paling efektif. Bagaimana selera mereka, cara konsumsinya, di mana biasanya mereka banyak berkumpul, bagaimana produk Anda bisa sesuai dengan kebutuhan mereka, dan bagaimana Anda bisa meyakinkan mereka untuk membeli. Lakukanlah promosi di tengah orang-orang yang memang adalah target Anda.

Manfaatkanlah teknologi dan alat lainnya yang bisa menjangkau calon konsumen. Sejauh ini, iklan masih tergolong efektif sebagai sarana pemasaran, menciptakan product awareness.

Pastikan juga perusahaan Anda memiliki website resmi yang dikelola secara profesional. Kontennya selalu update, memuat informasi lengkap tetang perusahaan dan produk-produknya, serta layanan chatting untuk pengunjung yang ingin berinteraksi. Lalu, jangan lupakan media sosial. Optimalkan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram untuk media pemasaran Anda, sekaligus untuk menjalin komunikasi dengan konsumen.

Tag : StartUp
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top