TIPS PUASA: Cara Menghindari Sariawan Saat Berpuasa

Marhaban ya Ramadan. Mulai hari ini, umat muslim di Indonesia menjalani ibadah puasa selama sebulan ke depan.
Mia Chitra Dinisari | 17 Mei 2018 14:01 WIB
Ilustrasi Sariawan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA- Marhaban ya Ramadan. Mulai hari ini, umat muslim di Indonesia menjalani ibadah puasa selama sebulan ke depan.

Di bulan suci ini, waktunya umat muslim mendapatkan pahala sebesar-besarnya. Selama puasa juga kita menahan rasa lapar, haus, dan nafsu.

Karena asupan yang berkurang selama ramadan, biasanya banyak orang yang pada akhirnya merasa sakit. Mulai dari maag, hingga sakit ringan lainnya. Ini biasanya terjadi karena mereka tidak menjaga kesehatan dengan baik, dan tidak memenuhi asupan yang cukup pada saat sahur dan berbuka puasa.

Salah satu penyakit yang biasa muncul selama bulan puasa adalah sariawan. Karena saat menahan lapar, umumnya mulut lebih kering dan bisa lebih cepat mengalami luka atau sariawan.

Lantas bagaimana caranya mengatasi agar tidak terkena sariawan selama puasa?

Drg. Rahmi Amtha,MDS,Sp.PM,PhD Departemen Ilmu Penyakit Mulut FKG USAKTI PBPDGI-Ikatan Spesialis Penyakit Mulut Indonesia mengatakan sariawan adalah penyakit yang paling sering terjadi di masyarakat di seluruh dunia.

"Hampir 25% penduduk dunia pernah mengalami sariawan 1x selama hidupnya, dan ini merupakan penyakit yang menyerang jaringan (mukosa) mulut yang bisa sembuh sendiri (self limitting disease)," ujarnya.

Namun, dia mengatakan banyak orang awam menyebut semua luka dalam mulut sebagai sariawan atau dalam istilah medis Stomatitis Aphtosa. Padahal, jika sariawan muncul berulang-ulang (>3 kali setahun maka disebut REKUREN (SAR).

Dia menjelaskan, biasanya sariawan timbul dalam mulut tanpa disertai demam, menyerang dari anak hingga lanjut usia, meningkat insidensinya sejalan dengan peningkatan sosial ekonomi, meningkat pada pasien berhenti merokok, memiliki tanda yang khas kawah, bulat atau oval, Dasar luka putih kekuningan, pingguran merah, sakit.

Sementara itu jika luka- Erosi-Ulser adalah kerusakan mukosa mulut hanya mengenai sebagian kecil lapisan kulit (epitel) diatas lapisan basal (dangkal).

Atau ada juga luka lain dalam mulut yang disebut ulser yakni kerusakan mukosa mulut mengenai hingga di bawah dan terjadi di lapisan basal (dalam).

Sariawan sendiri, katanya, secara klinis dibagi menjadi 3 tipe, mayor, minor dan Herpetiform

Adapun ciri-ciri sariawan minor yakni ukurannya < 10 mm, sembuh dalam 2 mg , idak ada jaringan parut Pipi, bibir, dasar mulut (tidak berkeratin)

Sementara sariawan mayor ukuran >10 mm, Jarang berulang, Sembuh setelah 3-4 minggu, Bisa dengan jaringan parut Muncul di semua area mulut.

Terakhir, yakni herpetiform dengan ukuran < 2 mm, Selalu banyak (multiple), Bersatu menjadi besar, Sembuh dalam 2 pekan, Tidak ada jaringan parut, dan pada area mulut berkeratin

Penyebab utama tidak diketahui (Scully,et all 2005) tapi tercatat setidaknya ada 10 Faktor pemicu/predisposisi yakni trauma, menstruasi, keturunan blood disorder, infeksi mikroba, deffefisiensi imun (HIV), alergi makanan, alergi, gastro intestinal problem, stres, kekuarangan Fe, B12, Folic acid, dan PMS.

Pengobatan sariawan bisa dilakukan dengan covering agent : menutupi/melapisi, anti inflamasi: ringan hingga kuat (hyaluronat hingga kortikosteroid), Anesthetikum, Antiseptik : menurunkan jumlah mikroorganisme pada lesi, Antibiotik : menurunkan mikroorganisme, Multivitamin : regenerasi epitel,

Lalu, kapan perlu mencari pertolongan dokter? Yakni ketika kesi tidak sembuh >4 minggu, Pinggiran mengeras/menggulung, Tidak ada faktor iritasi di dekatnya, Berulang terus tanpa diketahui pemicunya, Disertai gejala demam, keluhan pada kulit atau organ lain

Karena itu, untuk menghindari terjadinya sariawan yang harus dilakukan adalah hindari faktor pemicu, Jaga Oral Hygiene, Nutrisi seimbang : fleksibilitas epitel mukosa mulut sehingga tidak mudah robek – ulser/sariawan, Maintaining Oral hygiene seperti pembersihan mekanis (sikat & pasta gigi).

Tag : tips puasa bugar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top