Veneer Gigi, Untuk Kesehatan atau Gaya Hidup?

Dokter Gigi Jeffry Susanto mengatakan veneer gigi tidak hanya sekadar untuk memutihkan guna memenuhi kebutuhan gaya hidup semata. Namun ada hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan veneer gigi.
Asteria Desi Kartika Sari | 12 Juli 2018 17:31 WIB
Dokter Gigi - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Ada berbagai macam indikasi yang mendorong seseorang melakukan veneer, di antaranya warna gigi hingga struktur gigi.

Dokter Gigi Jeffry Susanto mengatakan veneer gigi tidak hanya sekadar untuk memutihkan guna memenuhi kebutuhan gaya hidup semata. Namun ada hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan veneer gigi.

“Tanya dulu veneer sebenarnya buat apa dulu, kalau untuk kebutuhan gaya hidup lebih baik dengan cara whitening,” kata Jeffry di Jakarta, Rabu (12/7/2018).

Pasalnya, menurutnya veneer juga bisa membuat gigi lebih sensitif karena biasanya dilakukan pengikisan gigi. Memasang veneer gigi mengharuskan dokter untuk menghapus enamel gigi dari permukaan gigi melalui pengikisan. Tidak dapat dipungkiri hal tersebut menyebabkan gigi lebih sensitif setelahnya.

Dia menjelaskan untuk memasang veneer, lapisan veneer akan dicetak dulu di laboratorium sebelum dipasang. Bahan pembuatannya juga digunakan bermacam-macam, termasuk porselen, keramik dan komposit. Biaya pemasangannya pun bervariasi tergantung dari jenis bahan yang dipakai serta jumlah gigi yang akan dipasang veneer. “Jenis veneer sendiri ada dua macam direct dan indirect. Kalau direct lebih ke tambal, kalau indirect dari porselen,” katanya.

Dia mengatakan kekeliruan yang paling sering dilakukan saat memberikan pelayanan veneer gigi adalah dalam hal warna. Dokter sering kali memberikan warna veneer gigi yang sangat putih. Padahalnya seharusnya pemberian warna veneer bisa disesuaikan dengan warna kulit pasien dan mata pasien.

Tag : gigi
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top