Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Pentingnya Demensia Dikenali Sejak Dini

Menjadi tua bukanlah pilihan. Tua adalah keniscayaan dalam sebuah proses kehidupan. Sekalipun tidak ada orang yang ingin menua, masa itu tetap akan tiba. Semakin tua seseorang, akan semakin rentan pula terserang penyakit ataupun gangguan tertentu yang bersifat generatif
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 16 Juli 2018  |  14:18 WIB
Ilustrasi demesia - usdoj.gov
Ilustrasi demesia - usdoj.gov

Bisnis.com, JAKARTA – Menjadi tua bukanlah pilihan. Tua adalah keniscayaan dalam sebuah proses kehidupan. Sekalipun tidak ada orang yang ingin menua, masa itu tetap akan tiba. Semakin tua seseorang, akan semakin rentan pula terserang penyakit ataupun gangguan tertentu yang bersifat generatif.

Salah satunya adalah demensia alias pikun. Demensia merupakan suatu kondisi saat kemampuan otak seseorang mengalami kemuduran. Gangguan ini ditandai dengan keadaan seseorang yang kerap lupa terhadap sesuatu, adanya perubahan kepribadian, sering keliru, dan memiliki emosi yang labil.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Ari Fahrial Syam memaparkan bahwa demensia merupakan kelainan pada usia orang tua di atas 60 tahun yang berlangsung kronis dan perlu dilakukan pemeriksaan sejak dini.

“Berlangsungnya [demensia] ini kronis dan oleh karena itu penting memang dilakukan deteksi dini, apakah ada kelainan atau tidak karena semakin cepat ditangani lebih awal akan semakin cepat pula untuk diantisipasi dan pulih,” kata Ari.

Sementara itu, jika dibiarkan dan tidak diantisipasi, para lansia yang terlanjur pikun sudah termasuk dalam kategori lanjutan dan sudah sulit untuk dipulihkan.

Kendati secara umum demensia terjadi pada usia di atas 60 tahun, gangguan ini bisa saja sudah diderita oleh orang-orang yang berusia di bawah 60 tahun.

Hal ini terjadi karena kalangan orang-orang tersebut sudah memiliki beberapa penyakit, seperti stroke, kencing manis, dan komplikasi sehingga mendorong demensia muncul lebih cepat.

“Kalau sebelumnya memang sudah punya penyakit, ini bisa lebih cepat terkena demensia. Bisa juga sebelumnya memiliki banyak masalah dan banyak pikiran atau multifaktor, bisa lebih dulu. Semakin tua semakin berisiko mengalaminya,” jelas Ari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Demensia
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top