Panduan Hidup Sehat Berbasis Aplikasi ala Ruangguru

Ruangguru, Indofood, dan FKM UI meluncurkan program "Hidup Sehat Yuk!". Program ini bisa dimanfaatkan oleh pengguna aplikasi Ruangguru
Eva Rianti | 22 Juli 2018 16:06 WIB
Direktur Utama Ruangguru Adamas Belva Syah Devara dan Direktur Produk dan Kerjasama Ruangguru Muhamad Isman Usman

Bisnis.com, Jakarta – Perusahaan penyedia dan layanan pendidikan berbasis teknologi, Ruangguru merilis program baru dalam platformnya bertajuk Hidup Sehat Yuk!

Program anyar berbau kesehatan ini menjadi hasil kolaborasi dengan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) dengan Positive Deviance Resources Centre Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI).

Co-founder & CEO Ruangguru Belva Syah Devara menuturkan program tersebut merupakan bagian dari upaya mengedukasi pengetahuan tentang kesehatan dan nutrisi bagi para remaja Indonesia.

“Ini [program Hidup Sehat Yuk] target kami memberikan informasi dan edukasi tentang kesehatan kepada remaja. Kami kolaborasi ini dengan Indofood yang punya market yang luas, sementara kontennya dari FKM UI, dan platformnya dari Ruangguru,” ujarnya kepada Bisnis dalam acara Peluncuran Program “Hidup Sehat Yuk!” di Jakarta, Minggu (22/7/2018).

Belva menjelaskan bahwa program ini ada di dalam aplikasi Ruangguru yang bisa didownload oleh siapa saja dan gratis. Adapun, konten yang ditawarkan berupa 40 buah video disertai kuis, rangkuman, dan latihan topik.

Turut berpartisipasi dalam program, Guru Besar FKM UI Endang L. Achmadi mengatakan bahwa permasalahan kesehatan bagi remaja di Indonesia banyak dan membutuhkan perhatian yang serius.

“Para remaja memiliki masalah utama berupa pengetahuan yang kurang tentang gizi dan nutrisi. Masalah kesehatan dan gizi harus segera ditangani.” Ujarnya di hadapan ratusan remaja yang hadir dalam peluncuran program tersebut.

Endang mencontohkan masalah kesehatan itu stunting. Stunting dinilai bukan menjadi masalah ukuran tubuh, tetapi yang menjadi perhatian adalah dampak dari stunting bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan organ-organ lainnya sehingga berpengaruh terhadap kemampuan kognitif dan risiko penyakit tidak menular saat dewasa.

Berdasarkan laporan baseline SDG tentang anak Indonesia pada 2017 yang diterbitkan oleh Bappenas dan UNICEF menunjukkan bahwa beban ganda malnutritionIndonesia merupakan masalah yang sangat serius.

Menurut penelitiannya pada 2013, sebanyak 37% anak di bawah umur 5 tahun mengalami stunting. Selain itu 12% darinya mengalami wasting (berat badan rendah dibandingkan tinggi badan) dan jumlah yang sama mengalami overweight (kelebihan berat badan).

Tag : kesehatan
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top