Beredar Video Pasien BPJS di Bandung Ditolak Rumah Sakit

Beredar video berdurasi 4 menit 12 detik yang memperlihatkan warga yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditolak di salah satu rumah sakit di Bandung, Jawa Barat.
Newswire | 24 Juli 2018 17:20 WIB
Peserta BPJS Kesehatan memperlihatkan kartu peserta - Antara

Bisnis.com, BANDUNG - Beredar video berdurasi 4 menit 12 detik yang memperlihatkan warga yang merupakan pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditolak di salah satu rumah sakit di Bandung, Jawa Barat.

Dalam video tersebut, nampak seorang ibu mengamuk karena salah satu anggota keluarganya yang menderita sakit jantung tidak mendapatkan kamar akibat menggunakan kartu BPJS Kesehatan.

"Rumah sakit macam apa ini? Saya siaran langsung di Facebook. Ini urusannya nyawa. Ini penyakit jantung. Penyakit jantung terlambat sedikit saja bisa bahaya," ujar salah satu wanita yang merekam video tersebut.

Saat merekam, wanita tersebut menjelaskan apa yang dialaminya. Wanita yang belum diketahui identitasnya itu menerangkan bahwa pihak rumah sakit menolak pasien peserta BPJS Kesehatan.

Namun, saat anggota keluarga lainnya mencoba menjebak pihak rumah sakit dengan alasan memiliki biaya, seketika kamar yang tadinya penuh, dikatakan kosong.

"Rumah sakit pakai BPJS tidak ada kamar, pakai duit ada kamar. Lihatin tah, Rumah Sakit Kebonjati," kata dia.

Video tersebut kini telah banyak beredar di media sosial Youtube.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengaku telah mendapat laporan langsung dari orang yang mengunggah video itu. Bahkan ia telah memerintahkan dinas kesehatan untuk melakukan verifikasi.

"Saya mengimbau seluruh rumah sakit agar taat aturan bahwa yang namanya pelayanan kesehatan tidak boleh diskriminatif terhadap apapun," katanya.

Ridwan belum bisa memastikan ihwal duduk perkara yang terjadi. Sebelum mengambil keputusan, Emil akan menunggu hasil verifikasi yang dilakukan dinas terkait.

"Kalau betul, ini adalah contoh buruk. Saya tidak bisa memberikan kesimpulan sebelum melakukan verifikasi," ujar Ridwan.

Sumber : Antara

Tag : bpjs kesehatan
Editor : Nancy Junita
Top