Indonesian Dream, Buku tentang Upaya Revitalisasi Pancasila Diluncurkan

Indonesian Dream, Buku tentang Upaya Revitalisasi Pancasila Diluncurkan
Indonesian Dream, Buku tentang Upaya Revitalisasi Pancasila Diluncurkan Eva Rianti | 20 Agustus 2018 16:44 WIB
Indonesian Dream, Buku tentang Upaya Revitalisasi Pancasila Diluncurkan
Presiden Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan) saat menghadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Minggu (1/10). - ANTARA/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden INADATA Consulting dari California, AS, Elwin Tobing meluncurkan buku “Indonesian Dream: Revitalisasi dan Realisasi Pancasila Sebagai Cita-Cita Bangsa” di Jakarta pada Senin, (20/8/2018).

Buku ini merupakan perubahan dari bukunya yang telah lahir pada 2009 berjudul “Indonesian Dream: The Persuit of a Winning Nation” dimana di dalamnya terdapat kebaruan data-data yang relevan dengan kondisi kekinian.

Elwin memanfaatkan momen hari ulang tahun (HUT) ke-73 RI untuk meluncurkan buku yang berisi tentang revitalisasi narasi Pancasila sebagai cita-cita manusia dan bangsa Indonesia tersebut.

Dia menilai selama ini Pancasila cenderung berfungsi sebagai ideologi yang mengatur ketatanegaraan sehingga kurang menyentuh secara personal.

Padahal menurutnya, Pancasila seperti yang dirumuskan oleh Bung Karno dan Bapak Pendiri bangsa lainnya tidak hanya mengatur ketetanegaraan, melainkan juga menyangkut cita-cita manusia dan bangsa Indonesia serta sistem nilai untuk mencapai cita-cita tersebut.

“Pancasila sebagai suatu cita-cita atau impian sifatnya menjadi personal, tidak hanya menekankan negara atau bangsa,” ujarnya dalam acara peluncuran buku Indonesian Dream di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Elwin berpandangan bahwa ketika orang mendengar Pancasila di benaknya bukan lagi semata-mata Bhineka Tunggal Ika, melainkan impian menjadi manusia Indonesia yang berdaulat dengan memenuhi tiga syarat, yaitu merdeka, berkeadilan, dan berpengetahuan.

“Saya berharap para pembaca dapat mengambil nilai positif dari buku Indonesian Dream khususnya mengenai prospektif atau narasi terbarukan dalam hal mempersatukan bangsa. Saya mau ini menjadi gerakan atau kampanye sosial nasional,” tambahnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pancasila

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top