Mengungkap Pelukis Idola Bung Karno dalam Buku Sukarno's Favourite Painters

Rumah lelang Masterpiece meluncurkan buku Sukarno\'s Favourite Painters karya Mikke Susanto pada Jumat (21/9/2018) di Jakarta.
Aprianus Doni Tolok | 25 September 2018 06:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Rumah lelang Masterpiece meluncurkan buku Sukarno's Favourite Painters karya Mikke Susanto pada Jumat (21/9/2018) di Jakarta.

Dalam peluncuran buku tersebut juga diselenggarakan diskusi yang menghadirkan sang penulis dan pengamat seni rupa Agus Darmawan T. 

Buku ini mengetengahkan 33 pelukis yang berhubungan langsung dengan Sukarno. Semua dikisahkan dengan pendekatan historis dan estetis. 

Sang penulis Mikke Susanto mengungkapkan tujuan pembuatan buku tersebut adalah untuk memberikan perbandingan bagi para pembaca terhadap buku-buku sejenis yakni tentang Sukarno dan koleksinya yang pernah diterbitkan sebelumnya. 

"Ada beberapa nama pelukis yang karyanya dikoleksi Sukarno tetapi tidak masuk dalam buku koleksi Sukarno karya Dullah dan Lee Man Fong pada era 50an 60-an," ujarnya.

Dalam diskusi buku itu juga dipaparkan latar belakang Sukarno menjadi seorang kolektor lukisan. Lebih dari sekadar bernilai seni, Sukarno membeli dan memanfaatkan lukisan sebagai media pendekatan budaya kepada negara-negara lain.

Yang menarik adalah sebagian besar lukisan dibeli dengan uang pribadi Sukarno. Bahkan, beberapa di antaranya dibeli dengan mencicil.

Agus Darmawan pun menangkap sisi kemanusiaan dari Sukarno yang sangat menyayangi lukisan koleksinya. Dia menceritakan kisah yang didengarnya dari Dullah - perupa dan kurator seni rupa istana di era Sukarno - tentang reaksi Sukarno ketika mengetahui ada sebuah lukisan yang tidak berada di tempatnya.

"Sukarno sangat marah kepada para pegawai istana ketika mengetahui sebuah lukisan tidak berada di tempatnya. Dia pikir hilang. Padahal hanya dipindahkan dan dipajang di lokasi lain oleh para pegawainya," ujarnya.

Mikke berharap buku tersebut menjadi referensi baru tentang Sukarno dan koleksi-koleksi lukisannya. Sedangkan bagi Masterpiece, buku ini menjadi salah satu upaya dalam memajukan dunia seni rupa Indonesia selain kegiatan pameran dan lelang.

Buku Sukarno's Favourite Painters hanya dicetak sebanyak 500 eksemplar dan dijual dengan harga Rp2,5 juta per buku.

Tag : buku, buku
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top