Kasus ‘Stunting’ di Situbondo Terbanyak Ketiga di Jawa Timur

Jumlah balita "stunting" atau balita pendek (tinggi balita tidak sesuai umur) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim), masih cukup tinggi dan bahkan jumlah kasusnya tertinggi ketiga di provinsi itu.
Newswire | 28 September 2018 13:46 WIB
Ilustrasi gizi buruk - Reuters

Bisnis.com, SITUBONDO - Jumlah balita "stunting" atau balita pendek (tinggi balita tidak sesuai umur) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim), masih cukup tinggi dan bahkan jumlah kasusnya tertinggi ketiga di provinsi itu.

"Sesuai data Februari 2018 yang masuk 58%, dari jumlah 44.386 balita tercatat sebanyak 30,3% balita memiliki tinggi tidak sesuai umur (balita pendek) atau sebanyak 13.438 balita 'stunting'," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Situbondo, Abu Bakar Abdi di Situbondo, Jumat (28/9/2018).

Situbondo memiliki kasus ‘stunting’ tertinggi di Jatim karena ibu hamil kurang gizi (berawal dari kandungan) dan pola hidup, sehingga balita yang lahir cenderung menjadi calon "stunting".

Untuk memberi pemahaman terkait pencegahan balita pendek, menurut Abu Bakar Abdi, Dinkes telah menggencarkan sosialisasi melalui puskesmas dan posyandu yang bekerja sama dengan lintas sektor dan lintas program.

"Ibu hamil disarankan untuk memenuhi asupan gizi, utamanya zat gizi mikro yang kaya vitamin dan mineral serta tidak mengonsumsi makanan siap saji," ucapnya.

Abu Bakar  menuturkan, Dinkes tidak bisa bekerja sendiri untuk mencegah balita pendek atau bekerja sendiri, akan tetapi harus bekerja sama dengan PKK dan dinas terkait yang mendukung hidup sehat.

"Namun demikian kami heran, meskipun Situbondo dinyatakan tinggi kasus balita pendek (bukan cebol), Situbondo tidak mendapat program "stunting" dari pemerintah pusat," paparnya.

Tag : gizi, stunting
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top