Sebagian Masyarakat Indonesia Gemar Bekerja di Coworking Space

Tren Coworking Space: Sebagian Masyarakat Indonesia Gemar Bekerja di Coworking Space
Eva Rianti | 03 Oktober 2018 16:44 WIB
Presentasi GoWork dalam Acara Press Conference di Pacific Place Mal, Jakarta - Bisnis/Eva Rianti
Bisnis.com, JAKARTA -- Menurut sebagian orang, bekerja tidak lagi dimulai dari jam 07.30 WIB dan selesai jam 17.00 WIB dan tidak lagi harus duduk di kantor. Jam kerja dan lokasi bekerja telah mengalami perubahan yang lebih fleksibel seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi. 
 
Dari situ lahirlah sebuah wadah yang dikenal luas dengan sebutan coworking space. Saat ini di Indonesia telah menjamur coworking space yang bisa dinikmati oleh masyarakat, terutama di kota-kota besar, seperti Jakarta.  
 
Misalnya, GoWork, salah satu platform ruang kerja bersama premium di Indonesia yang saat ini telah memiliki delapan lokasi di Indonesia ini kian menggeliat. 
 
Semakin berekspansi, GoWork menargetkan sebanyak 14 lokasi coworking space seluas 23.000 meter persegi hingga akhir tahun ini. Dan pada tahun depan ditargetkan akan meluas ke Bali dan Surabaya. 
 
CEO GoWork Vanessa Hendriadi mengungkapkan bahwa tren masyarakat Indonesia dalam bekerja telah berubah dari bekerja di kantor menjadi flexible work space.
 
"Kami yakin bahwa ini (coworking space) bukan hanya tren, melainkan juga perpindahan atau pergeseran cara kerja. Work is changing," tuturnya dalam acara GoWork Press Conference di Jakarta, Rabu (3/10/2018). 
 
Terkait potensi pasar, Vanessa menerangkan bahwa Indonesia sebagai negara di Asia Tenggara yang paling potensial dalam perkembangan coworking space. Pasalnya, di Indonesia, usia produktif di bawah 30 tahun yang menjadi pasar utamanya sudah mencapai 60%, bahkan hampir 70%. Generasi milenial inilah yang dinilai memiliki prospek yang bagus untuk bisnis coworking space. 
 
Hal yang membuat coworking space bisa berkembang, lanjutnya, adalah dengan berusaha mengerti kebutuhan pasar. Misalnya, kebutuhan kenyamanan dari segi pelayanan teknologi, desain interior yang menarik, dan konten serta layanan bagi komunitas yang dipersiapkan dengan baik. 
 
"Kami membuat konsep work and play. Bekerja enggak harus membosankan. Kalau diajak ngantor sama main yang lebih menarik adalah main. Itulah akhirnya kami menerapkan work and play, work life integration. Jadi bisa berekreasi melalui pekerjaan-pekerjaan kita, itu yang saya harapkan," tuturnya. 
 
Coworking space telah menyasar lokasi di pusat-pusat perbelanjaan. 
 
Markus Barata, AVP Leasing & Marketing Pacific Place Mal menuturkan bahwa generasi milenial menikmati ruang retail sudah berubah. Sebagai pengelola salah satu mal terkemuka di Jakarta, pihaknya terus beradaptasi dan meninjau kembali layout dan tenant mix. 
 
"Saya percaya bahwa coworking space bukan sekedar tren, namun merupakan gelombang reformasi dalam sektor kantor tradisional," ujarnya. 
 
Markus menjelaskan bahwa fenomena cara kerja yang berubah tersebut menjadi peluang tersendiri. 
 
Sebagai pengelola mal, dia menerangkan perlunya nilai lebih dari tenan yang diijinkan hadir di mal. Dan salah satu yang memiliki nilai lebih adalah coworking space. 
 
"Dengan coworking space ini, banyak yang bisa dieksplor dari komunitas-komunitas di dalamnya. Adaptasi teknologi baru yang didapatkan dari komunitas ini. Ini yang bisa digali," tuturnya. 
Tag : coworking space
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top