Saat Komunitas Bantu Turunkan Stres Para Ibu

Menjadi seorang ibu bukanlah perkara yang mudah. Banyak pengalaman dan tantangan baru yang harus dihadapi. Jika tidak bisa diatasi dengan baik, bukan tidak mungkin hal tersebut justru akan membuat ibu menjadi stres atau depresi.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 06 Oktober 2018  |  00:06 WIB
Saat Komunitas Bantu Turunkan Stres Para Ibu
Ilustrasi - Canmua

Menjadi seorang ibu bukanlah perkara yang mudah. Banyak pengalaman dan tantangan baru yang harus dihadapi. Jika tidak bisa diatasi dengan baik, bukan tidak mungkin hal tersebut justru akan membuat ibu menjadi stres atau depresi.

Apalagi sebagai ibu baru, ilmu yang dimiliki masih sangat minim sehingga perlu mendapatkan banyak informasi sekaligus berbagi cerita mengenai permasalahan yang dihadapi sehari-hari, terutama mengenai tumbuh kembang anak.

Psikolog dari Rumah Dandelion Nadya Prameswari mengatakan para ibu biasanya akan bercerita banyak hal kepada suami atau keluarga dan orang terdekat terlebih dahulu. Namun, terkadang, suami dan keluarga tidak bisa sepenuhnya menjawab berbagai persoalan yang dihadapi para ibu. Apalagi mereka juga memiliki kehidupannya sendiri.

Di sinilah peran komunitas menjadi penting untuk membantu para ibu menceritakan keluh kesahnya sekaligus berbagi pengalaman dengan para ibu lainnya yang juga memiliki permasalahan sama.

Selain itu, interaksi yang terjadi dalam komunitas juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar seseorang dalam mengatasi permasalahan sehari-hari.

“Dengan bercerita dan mendapatkan informasi baru yang selama ini tidak diketahui, serta adanya dukungan dari komunitas, akan membantu para ibu menyelesaikan masalah dan kondisi emosi yang dihadapi sehingga dapat menurunkan kadar stres,” tuturnya.

Hal ini sejalan dengan survei yang dilakukan terhadap pelanggan Blibli.com yang menyebutkan bahwa berbagi pengalaman dengan para ibu lainnya menjadi ketertarikan utama ikut komunitas (sebanyak 73,64% responden), disusul keinginan memperoleh pendapat dari para ahli (72,73%) dan konten/tips informatif (66,36%).

Nadya mengatakan bahwa keinginan untuk berinteraksi secara berkelompok atas dasar kedekatan emosi dan kesamaan melalui komunitas merupakan sifat alami yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial.

Namun, dalam memilih komunitas seseorang juga harus dapat memilah secara pintar agar informasi yang diterima bukan sekadar pengalaman dan opini dari orang lain, tetapi juga solusi yang didasari penelitian dari ahlinya.  

Karena pada dasarnya pengalaman yang dihadapi antara ibu yang satu dan lainnya belum tentu sama sehingga sesuatu yang mungkin berhasil diterapkan oleh satu orang belum tentu juga berhasil ketika diterapkan kepada orang lain.

Selain itu, jangan sampai komunitas yang diikuti justru semakin membuat ibu semakin stres karena kondisi anggota yang tidak kondusif bahkan cenderung saling membanding-bandingkan diri.

 

CERDAS PILIH KOMUNITAS

Nadya mengatakan ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh seorang ibu dalam memilih komunitas. “Pertama, pilihlah komunitas yang memiliki nilai keyakinan dan minat yang sama dengan yang Anda miliki,” ujarnya.

Kedua, pilih komunitas yang memiliki keterikatan sosial yang ditandai dengan hubungan interpersonal yang nyaman dan menyenangkan. Ketiga, cari komunitas yang memberikan wadah saling berbagi untuk para anggotanya.

Keempat, anggota komunitas berada dalam area yang berdekatan atau accessible terhadap satu sama lain. Terakhir, diversifikasi anggota untuk memperkaya pengalaman belajar.

“Komunitas yang sehat itu adalah yang membuat kita nyaman untuk bercerita, berbagi pengalaman, mencari bantuan, dan mendapatkan respons yang juga positif. Jika kita malah merasa khawatir dan takut ketika akan curhat maka di sini peran komunitas sebagai support system tidak lagi berfungsi karena yang didapatkan bukan solusi tetapi malah judgment.”

Sementara itu, Kamidia Radisti seorang ibu yang juga presenter dan penggiat olahraga ini mengatakan bahwa sebagai ibu dia selalu ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga dan buah hatinya.

Di dalam setiap tumbuh kembang anaknya pasti ada saja persoalan dan pengalaman baru yang dihadapi. Biasanya, wanita yang akrab disapa Disti ini mencari berbagai solusi seputar parenting seperti tips pola asuh, perkembangan psikologi anak dan cara terbaik untuk merawat kesehatan anak melalui internet, termasuk dari komunitas.

“Namun, kadang kala timbul kekhawatiran apa tips tersebut cocok diterapkan bagi keluarga saya atau bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Oleh karena itulah dalam memilih komunitas, terutama yang berbagi informasi parenting, Disti biasanya memilih komunitas yang menggandeng ahli sehingga tip atau informasi yang didapatkan bisa dipertanggungjawabkan.

Salah satunya adalah Komunitas Sahabat Ibu Pintar yang baru saja diluncurkan oleh Blibli.com. Komunitas parenting yang menggandeng para ahli dan sumber yang bisa dipertanggungjawabkan sehingga membantu para ibu mendapatkan one stop solution dan konten yang anti hoax.

Selain komunitas parenting, Distri juga banyak bergabung dalam komunitas lainnya seperti komunitas mengenai info sale, dan komunitas group SMA. “Seru saja di grup SMA ini memang paling ramai dan nggak ada matinya. Biasanya cerita kisah dan kenangan masa lalu. Ini menjadi salah satu cara untuk menghilangkan stress juga,” tuturnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komunitas, stres

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


0   Komentar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top