Di Jerman, Karya Seni Yang Rusak Dijamin Asuransi

Kerusakan pada karya seni yang bernilai tinggi tentu bukan sesuatu yang diharapkan. Namun bila itu terjadi di Jerman, para kolektor atau museum tidak perlu khawatir.
Aprianus Doni Tolok | 20 Oktober 2018 00:35 WIB
Seorang pengunjung menikmati karya seni rupa pada acara pembukaan pameran tunggal karya pelukis Budi Karmanto yang bertajuk Bingkai Koran di Balai Budaya, Jakarta, pada Selasa malam (16/6). Pameran tunggal Budi Karmanto yang juga guru seni pada Gandhi School Ancol, Jakarta ini akan berlangsung hingga 26 Juni 2015. - Antara/Dodo Karundeng

Bisnis.com, JAKARTA - Kerusakan pada karya seni yang bernilai tinggi tentu bukan sesuatu yang diharapkan. Namun bila itu terjadi di Jerman, para kolektor atau museum tidak perlu khawatir.

Mereka telah membayar sejumlah uang sebagai premi di asuransi AXA untuk berjaga-jaga apabila karya seni miliknya rusak.

Sebagai salah satu penyedia asuransi benda seni terbesar di dunia, mereka telah memperbaiki sekitar 80% dari karya seni yang rusak.

Sedangkan sisanya yang tidak bisa diperbaiki atau memerlukan biaya terlalu mahal untuk proses perbaikan akan disimpan dalam gudang yang berlokasi di dekat kota Jerman Barat, Cologne.

Dalam catatan pihak asuransi, ada lebih dari 300 karya yang rusak karena tergores dan robek. Beberapa di antaranya adalah karya-karya seniman terkenal seperi Gerhard Richter, Christo, dan Giorgio de Chirico.

Kepala Asuransi Seni AXA Kai Kuklinski mengatakan bahwa pihaknya akan menyimpan karya seni milik kolektor setelah membayar kompensasi atau ganti rugi atas karya tersebut. Dengan kata lain, karya yang tidak dapat diperbaiki menjadi milik pihak asuransi.

"Tujuan utamanya adalah untuk menjaga seni ini karena terlalu sayang untuk membuangnya," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Nantinya, AXA akan menyumbangkan karya-karya tersebut - lukisan, barang koleksi, dan barang antik - untuk proyek penelitian.

Sedangkan yang lainnya akan dilelang untuk amal dan ada yang disimpan apabila masih ada kemungkinan dapat diperbaiki di kemudian hari. Tentunya setelah teknik restorasi telah berkembang lebih baik.

"Kalau tidak, kami menyimpan barang-barang selama bertahun-tahun, hingga puluhan tahun, di gudang kami," katanya.

Menurutnya, salah satu karya seni yang rusak parah dan sulit diperbaiki adalah lukisan karya Giorgio de Chirico di sebuah rumah yang nyaris hancur karena terkena bola.

Sumber : Reuters

Tag : seni rupa
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top