Film "Bohemian Rhapsody" Siap Puaskan Pecinta Queen di Indonesia

Film ini mulai ditayangkan di Indonesia sejak Selasa (30/10/2018). Indonesia termasuk beruntung karena bisa menikmati film itu tersebut lebih awal dibandingkan negara-negara lain.
Annisa Margrit | 31 Oktober 2018 15:33 WIB
(Dari kiri) Ben Hardy, Roger Taylor, Rami Malek, Bryan May, Gwilym Lee, dan Joe Mazzello berfoto bersama dalam premier film Bohemian Rhapsody di London, Inggris, Selasa (23/10). - Reuters/Eddie Keogh

Bisnis.com, JAKARTA – Film “Bohemian Rhapsody” siap memuaskan rasa penasaran para pecinta Freddie Mercury dan Queen di Indonesia.

Film ini mulai ditayangkan di Indonesia sejak Selasa (30/10/2018). Indonesia termasuk beruntung karena bisa menikmati film itu tersebut lebih awal dibandingkan negara-negara lain.

AS, misalnya, baru akan mendapat giliran menikmati film ini mulai Jumat (2/11).

Di Inggris, salah satu negara pertama yang menayangkan film tersebut, "Bohemian Rhapsody" berhasil memuncaki box office Inggris sejak dirilis pada Rabu (24/10). Dilansir dari The Guardian, Rabu (31/10), film biopik Freddie Mercury sang vokalis Queen itu sudah meraih 9,53 juta pounds atau sekitar Rp184,3 miliar.

Meski pada proses produksi ada perubahan sutradara—dari Bryan Singer kepada Dexter Fletcher—tapi hal ini tidak menyurutkan animo penggemar Freddie dan Queen.

Film “Bohemian Rhapsody”, yang judulnya diambil dari salah satu hits Queen, mendapuk Rami Malek sebagai Freddie, sang vokalis legendaris kelahiran Zanzibar, Tanzania.

Film ini mengisahkan perjalanan karier Freddie di bidang musik, termasuk keputusannya mengganti nama dari Farrokh Bulsara setelah pindah ke Inggris dan kesenangannya dengan musik rock’n’roll. Perjuangannya melawan HIV sembari tetap berada di panggung turut ditampilkan.

Sederet lagu Queen pun turut ditampilkan oleh Malek di film ini.

Seperti diketahui, Freddie adalah salah satu selebritis Inggris yang meninggal karena AIDS.

Reuters melaporkan aura dan spontanitas Freddie yang luar biasa menjadi tantangan bagi Malek.

“Setiap kali Freddie ada di panggung, dan di kehidupan sehari-harinya, dia melakukan semuanya secara spontan. Mencoba menangkap spontanitas itu adalah sesuatu yang sangat sulit,” ujarnya, Rabu (24/10).

Dalam film ini, Malek menggunakan gigi palsu untuk menampilkan karakteristik wajah Freddie dengan lebih jelas. Selain itu, sutradara tidak hanya memakai suara Malek, tapi juga suara asli Freddie dan penyanyi lainnya.

Sumber : The Guardian, Reuters

Tag : film
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top